Dari penyelesaian menyebutkan bahwa para peserta menyelesaikan tes toleransi glukosa oral dan mencatat tingkat gula darah setiap 15 menit selama dua jam berikutnya.
Baca Juga: Menparekraf Dorong Pengembangan Potensi Ekraf Singkawang Kalbar Lewat KaTa Kreatif, Simak di Sini
Analisis menunjukkan, terapi cahaya merah menghasilkan penurunan 27,7 persen dalam tingkat glukosa darah setelah mengonsumsi glukosa dan mengurangi lonjakan glukosa maksimum sebesar 7,5 persen.
Kendati studi ini dilakukan pada orang tanpa diabetes, para peneliti berharap temuan mereka dapat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kondisi tersebut.
"Jelas bahwa cahaya memengaruhi cara kerja mitokondria dan ini memengaruhi tubuh kita secara seluler dan fisiologis. Studi kami telah menunjukkan bahwa kita dapat menggunakan satu paparan terapi cahaya merah selama 15 menit untuk mengurangi tingkat gula darah setelah makan," kata penulis studi, dr Michael Powner.
Dikatankannya, kendati hanya dilakukan pada individu sehat dalam makalah ini, tetapi memiliki potensi untuk memengaruhi kontrol diabetes ke depan, karena dapat membantu mengurangi lonjakan glukosa yang berpotensi merusak dalam tubuh setelah makan.
Selain manfaat potensial dari terapi cahaya merah, penelitian ini menyoroti konsekuensi jangka panjang yang signifikan dari cahaya biru bagi kesehatan manusia, termasuk disfungsi regulasi gula darah.
Temuan tersebut menjadi penting, terutama mengingat prevalensi yang semakin meningkat dari pencahayaan LED, yang memancarkan proporsi cahaya biru yang lebih tinggi dan kurang cahaya merah.**
Artikel Terkait
Siti Mufattahah Apresiasi Turnament Bola Voli Dandempom Cup Garut 2024
Gempabumi Dengan Kekuatan 5,7 Magnitudo Terjadi di Bayah Banten, Daryono: Ungkap Hasil Analisa BMKG, Guncangan Terasa Hingga Jakarta Bogor & Bandung
Anggota DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan Hadiri Musrenbang , Usulan TPT Peringkat Pertama
Menparekraf Dorong Pengembangan Potensi Ekraf Singkawang Kalbar Lewat KaTa Kreatif, Simak di Sini
Dedi Mulyadi Bandingkan Harga Beras dengan Skincare di Saat Harga Beras Mahal dan Mayarakat Sedang Kesulitan, Netizen Bully Mantan Bupati Purwakarta
Ema Ema Serbu Mapolres Garut , Rela Antri Guna Mendapatkan Harga Beras Murah, Ini Fakta
Masalah Finansial atau Materi Pengaruhi Kesehatan, Ini Fakta