VIEWJABAR - Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh seorang perempuan atau wanita. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun.
Bahkan dengan gaya hidup saat ini, bisa saja perempuan mengalami menopause lebih cepat dikarenakan pola hidup yang kurang sehat.
Dokter Spesialis Kandungan RS Hermina dr. Lina Karlina, Sp.OG mengatakan, kondisi menopause terhadap wanita secara umum adalah masa berakhirnya siklus menstruasi secara alami.
Baca Juga: Dengan Tidak Diberlakukannya PPKM, Lakukan Cara ini Untuk Menjaga Kesehatan
Wanita dikatakan mengalami menopause apabila ia tidak lagi mengalami menstruasi dalam waktu 12 bulan berturut-turut.
Polusi Udara Mempercepat Keruksakan Tulang
Bahkan Studi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia mengatakan peningkatan kadar polusi udara berhubungan dengan kerusakan tulang pada wanita pascamenopause.
Konsekuensinya terutama terlihat di tulang belakang lumbar, di mana oksida nitrat dua kali lebih merusak daripada penuaan normal.
Baca Juga: Bukan Hanya Enak, Ternyata Buah Kurma Memiliki Banyak Manfaat yang Jarang Diketahui, Simak Apa Saja?
Studi sebelumnya pada polutan individu menunjukkan efek buruk pada kepadatan mineral tulang, risiko osteoporosis, dan patah tulang terjadi pada individu yang lebih tua.
Studi baru ini adalah yang pertama mengeksplorasi hubungan antara polusi udara dan kepadatan mineral tulang khususnya pada wanita pascamenopause dan yang pertama mengeksplorasi efek campuran polusi udara pada hasil tulang.
Besarnya efek nitrogen oksida pada kepadatan tulang atau Bone Mineral Density (BMD) yang mencakup seluruh tubuh, pinggul total, leher femoralis, dan tulang belakang lumbar akan mengalami 1,22 persen pengurangan tahunan.
Baca Juga: Ibu Harus Tau, Inilah Penyebab Leukemia serta Cara Pengobatannya Pada Anak
Hampir dua kali lipat efek tahunan usia pada situs anatomi mana pun yang dievaluasi. Efek ini diyakini terjadi melalui kematian sel tulang akibat kerusakan oksidatif dan mekanisme lainnya.
“Temuan kami mengonfirmasi bahwa kualitas udara yang buruk dapat menjadi faktor risiko keropos tulang, terlepas dari faktor sosial ekonomi atau demografis. Untuk pertama kalinya, kami memiliki bukti bahwa nitrogen oksida, khususnya, merupakan penyumbang utama kerusakan tulang dan lumbar tulang belakang adalah salah satu situs yang paling rentan terhadap kerusakan ini," kata penulis pertama studi Diddier Prada, MD, PhD, seperti dilansir Hindustantimes pada Rabu 22 February 2023.
Knalpot mobil dan truk merupakan sumber utama nitro oksida, demikian pula emisi dari pembangkit listrik, dimana ini semua mencemari udara di sekitar.
Artikel Terkait
Polsek Cigalontang Ikut Berperan Aktip dalam Menjaga Keselamatan Lalu Lintas
Kapolres Tasikmalaya, Menambal Jalan Yang Berlubang Untuk Keselamatan Pengendara
Rektor Institut Teknologi Garut Resmi Lantik Pengurus BEM ITG
Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini Kamis 23 Februari 2023, Magrib 18:14 WIB
Pengusaha Muda Asal Garut Siap Ramaikan Pilbup Garut 2024
Kisah Rahmasyifa Siswi SMAN 7 Kawalu Jadi Duta Seni Indonesia, Hal Ini Dialami
Iraha Ente Ka Saya, Dua Sosok Figur di Lingkungan SMA, Keduanya Lakukan Ini
Dengan Tidak Diberlakukannya PPKM, Lakukan Cara ini Untuk Menjaga Kesehatan