Makanya pendeta Celtic membuat api unggun dan masyarakat lainya membakar tanaman, hewan untuk persembahan bagi dewa bangsa Celtic.
Namun ada juga yang menyebutkan jika Halloween itu merupakan ritual keagamaan umat Kristen.
Kata Halloween juga memiliki arti malam yang dikuduskan atau malam suci. Dan kalimat tersebut diambil dari istilah Skotlandia.
Malam para kudus ini memiliki makan malam sebelum hari raya semua orang kudus. Dan kata Halloween mulai digunakan pada tahun 1785.
Kini Halloween menjadi tradisi yang ditayangkan hampir di seluruh dunia termasuk pada tahun 2022 ini ditayangkan oleh penduduk Arab Saudi.
Dalam merayakan malam Halloween ada banyak tradisi yang dilakukan masyarakat diantaranya pesta kostum seram, mengukir waluh menjadi Jack o lantern, menyalakan api unggun dan lainnya.
Halloween sendiri sering diperingati pada tanggal 28 Oktober di seluruh dunia termasuk di Itaewon Korsel yang merenggut ratusan nyawa.***
Artikel Terkait
Hibah Jepang, 200 Vial Fomepizole Obat Gagal Ginjal Akut Tiba di Indonesia, 1 Vial Cukup Berapa Pasien?
Tragedi Halloween Korea Selatan Tewaskan 151 Orang, 19 di Antaranya WNA, Adakah Warga Indonesia?
Mengenaskan, Ratusan Jenazah Remaja Korban Tragedi Halloween Korea Selatan, Berjejer di Gymnasium Itaewon
Jumlah Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon Jadi 153 orang, di Antaranya WNA 22 Orang, Ini Rinciannya
Selain Halloween, 31 Oktober Memperingati Hari Apa?
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan: WNA Tewas di Tragedi Halloween Itaewon 26 Orang, Berasal dari 14 Negara