VIEWJABAR - Perang Rusia Ukuran sudah memasuki bulan ke 10 sejak perang terjadi. Turki terus berupaya agar perang berakhir.
Perang Rusia Ukraina terus memanas di tengah suhu dingin yang terjadi di Ukraina, Rusia terus melakukan serangan ke wilayah Ukraina.
Turki terus berupaya agar perang Rusia Ukraina segera berakhir. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan lakukan hal ini.
Baca Juga: Wabup Garut Resmikan KASeF di Desa Jati Tarogong Kaler
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan terus melanjutkan pembicaraan dengan pihak Rusia dan Ukraina agar perang segera berakhir.
Saat ini perang Rusia Ukraina terus berlangsung dan akan memasuki bulan ke 10 sejak perang terjadi.
"Kami melanjutkan pembicaraan dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskyy ke arah ini," kata Erdogan dilansir dari Antara Rabu 14 Desember 2022.
"Mudah-mudahan, pertama-tama kami akan mencapai gencatan senjata dan kemudian perdamaian abadi di wilayah kami,"tambah Erdogan.
Erdogan juga mengatakan, pertukaran tahanan dan kesepakatan mengenai biji bijian Laut Hitam sudah memperhatikan adanya kesempatan menuju perdamaian jika ada kesempatan untuk diplomasi.
Menurut Erdogan, perdamaian yang adil bisa dibangun melalui dialog. Dan Turki sudah melakukan upaya untuk menghentikan konflik Rusia Ukraina.
"Sebagai Presiden Turki, saya telah menyatakan sejak awal bahwa perdamaian yang adil hanya dapat dibangun melalui dialog," kata Erdogan.
Erdogan menjelaskan sejak awal pihaknya sudah melakukan upaya yang tulus di tingkat bilateral untuk menghentikan perang Rusia Ukraina.
Artikel Terkait
Shanghai Disneyland Resorts China Tutup Sementara Mulai Selasa, 29 November 2022, Ini Penyebabnya
Luar Biasa, Bangau Langka di Dunia Ini, Singgah di Cagar Alam Nasional Yunnan China, Jumlahnya Mencengangkan
President China Xi Jinping Akan Bertemu Raja Arab, Salman bin Abdulaziz Al Saud,, Ini yang Akan Dibahas
Cuaca Ekstrem, Warga China Alami Batuk dan Demam, Flu Semakin Mewabah di China
Presiden China Xi Jinping Dukung Palestina Jadi Negara Merdeka
Wabah Flu Terus Menyebar di Beijing China, Rumah Sakit Kewalahan Menerima Pasien
Di Tunisia Bakal Ada Jalan Soekarno, Ini Peran Presiden Pertama Indonesia Untuk Tunisia, Sangat Terkenal