Ahli IPB University Teliti Hama Gurem dan Janda Pirang yang Mengancam Petani Bawang Merah Gagal Panen !

photo author
Asof, View Jabar
- Minggu, 15 Oktober 2023 | 15:13 WIB
Tim ahli dari IPB University sedang melakukan investigasi hama gurem dan janda pirang yang menyerang tanaman bawang merah milik para petani di Berebes Jawa Tengah beberapa waktu lalu (IPB University)
Tim ahli dari IPB University sedang melakukan investigasi hama gurem dan janda pirang yang menyerang tanaman bawang merah milik para petani di Berebes Jawa Tengah beberapa waktu lalu (IPB University)

Srangga thrips merupakan hewan berukuran panjang kurang lebih 1 milimeter, jenis serangga ini populasinya sangat tinggi pada bawang yang menimbulkan gejala menguning dan mengering pada daun, seolah-olah tanaman bawang kekurangan air.

“Gejala ini teramati pada bawang berumur 35-40 hari. Gejalanya terlihat merata dan tanaman tidak dapat hidup lagi sehingga terpaksa dipanen muda dengan nilai ekonomi merosot hingga kurang dari sepertiga kondisi normal,” ungkapnya.

Namun demikian, tim ahli dari IPB University, belum sepenuhnya yakin bahwa thrips adalah penyebab dari gejala yang disebut gurem.

Baca Juga: Semburan Air Bercampur Gas di Bogor, Badan Geologi: Itu Fenomena Umum

Populasi Thrips

“Memang benar bahwa populasi thrips sangat tinggi pada tanaman yang bergejala, lebih dari 100 ekor per rumpun bawang. Namun ada gejala lain yang bukan gejala thrips pada umumnya. Jadi dapat saja justru thrips datang setelah tanaman rusak alias invasi sekunder,” jelasnya.

Kemungkinan lain adalah thrips merupakan vektor patogen, seperti virus atau cendawan sehingga serangannya memang cukup berat dan merata.

“Yang jelas, kejadian ini memang baru pertama kali dihadapi petani bawang di Indonesia. Sejumlah sampel akan kami bawa ke laboratorium di IPB University untuk diteliti lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga: Jembatan Cibalok di Kawasan Tajur Segera Diperbaiki, Bima Arya : Dilakukan Rekayasa Lalin, Aliran PDAM Diputus

Sementara anggota tim ahli lainnya, Dr Dewi Sartiami,  menuturkan bahwa thrips yang ditemukan di lapangan secara morfologis berbeda dengan spesies thrips yang biasa ditemukan pada bawang yaitu Thrips tabaci.

“Kami akan pastikan lagi spesiesnya di laboratorium dengan peralatan yang lebih memadai, termasuk identifikasi molekuler,” Ujar Dewi.

Belum selesai dengan hama gurem, petani Brebes juga mengeluhkan penyakit bawang yang mereka sebut janda pirang. Gejalanya adalah daun menguning serempak, tetapi umbinya tidak membusuk.

Baca Juga: LONGSOR ! Tanah Amblas di Bawah Jembatan Cibalok Tajur Bogor, Petugas Buka Tutup Jalan dan Macet Parah

Setelah dikonfirmasi di lapangan, pada tanaman bergejala janda pirang juga ditemukan populasi thrips. Dengan demikian tim ahli IPB University untuk sementara menduga bahwa penyakit janda pirang berkaitan dengan hama gurem.

Hanya saja, tanaman yang terserang di Brebes berumur lebih muda, yaitu sekitar 25 hari dan belum membentuk umbi, sehingga kerugiannya dapat mencapai 100 persen atau puso karena bawang menjadi tidak dapat dipanen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X