Dalam investigasi lapangan selama tiga hari tersebut, tim ahli Klinik Tanaman IPB University mengunjungi hamparan pertanaman bawang merah di Kecamatan Wanasari dan Jatibarang di Kabupaten Brebes dan Kecamatan Dukuhwaru di Kabupaten Tegal.
Tim yang terdiri atas sejumlah dosen Departemen Proteksi Tanaman IPB University tersebut merupakan ahli-ahli serangga, virus, cendawan, nematoda, dan bakteri.
Tim ahli juga bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, Kementerian Pertanian dan jaringan petani mitra IPB University.
Selain terjun langsung di lahan secara bersama-sama, sejumlah sampel bawang juga sedang dikirimkan dari Nganjuk dan Kulonprogo baik oleh petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) maupun kelompok tani ke IPB University untuk penelitian lebih mendalam.
Baca Juga: Engkus Warga Ambarayah Kabupaten Tasikmalaya Korban Meninggal Dunia Terima Santunan BPJS Rp42 Juta
Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono mengatakan, ”Kegiatan ini adalah tradisi IPB University, khususnya Fakultas Pertanian, untuk selalu hadir dan tidak membiarkan petani berjuang sendirian.
Setelah investigasi lapangan dan quick analysis di laboratorium, tim akan segera merumuskan rekomendasi pengendalian dan langkah-langkah lain yang perlu diambil, tentu saja dengan melibatkan instansi terkait.
Dalam waktu sebulan, ia mengharapkan sejumlah media diseminasi yang memuat rumusan rekomendasi dan policy brief selesai disusun.
Baca Juga: Reses Dilindungi Undang Undang, H Kusnadi Anggota DPRD Komisi IV Sebut Fakta
Hal tersebut dapat dijadikan referensi bagi para pengambil kebijakan, khususnya lingkup pertanian. ”Perguruan tinggi sudah seharusnya menjadi bagian dari solusi permasalahan di lapangan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Simulasi Online Computer Assisted Test (CAT BKN), Simak Informasi Selengkapnya Berikut Ini !