Buntut Kisruh Menu Stunting Diduga Tidak Sesuai Standar, Komisi D DPRD Kota Depok Panggil Dinkes, Puskesmas dan Vendor Penyedia Catering !

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 17 November 2023 | 13:36 WIB
Anggota dewan dari Komisi D DPRD kota Depok, mengelar rapat mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Mery Liziawati terkait dengan menu stunting yang sempat viral di media sosial, Jumat, 17 November 2023 (Instagram @depok24jam)
Anggota dewan dari Komisi D DPRD kota Depok, mengelar rapat mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Mery Liziawati terkait dengan menu stunting yang sempat viral di media sosial, Jumat, 17 November 2023 (Instagram @depok24jam)

"Otak - otak yang kami bagikan bukan otak - otak seperti yang dijual di pinggir jalan, tetapi otak - otak isinya telur. Dan memiliki kandungan gizi sesuai dengan standar yang dikeluarkan Kemenkes," tambah Mery.

Kemudian ketika disinggung terkait anggaran PMT, Mery menjelaskan bahwa, itu baru pertama kali mendapat insentif daerah, pihaknya mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk PMT lokal sebesar Rp 4,9 miliar yang akan diberikan ke 38 Puskesmas di kota Depok.

Baca Juga: Targetkan Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1, PT LIB: Saat Ini Sudah Masuk Tahap Training Preparation

"(Per paket) Rp 18.000 itu all in ada pajak, ada distribusi, ada kemasan, pencucian. Kita meminta ke vendor penyedia 'cuci dahulu' karena kita tidak ingin menambah timbunan sampah di kota Depok. (Paket) 9.882 tiap har selama 28 hari nanti numpuk (sampah) seperti apa, sehingga kita minta kemasannya yang dipakai ulang atau reuse," ujarnya.

Selanjutnya ketika disinggung anggota dewan terkait kandungan gizi PMT, Mery juga menjelaskan, yang dibagikan kepada balita sudah memenuhi standar gizi.

Namun pihaknya mengakui, sosialisasi kemasyarakat belum maksimal terkait kandungan gizi dari PMT yang dibagikan.

Baca Juga: Tuding Hamas Miliki Pusat Komando Bawah Tanah, Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Al Shifa

"Persepsinya selama ini yang sering dilakukan PMT kota Depok adalah PMT yang diberikan dengan non-anggaran pemerintah ya, baik pihak swasta, CSR perusahaan, kemudian dari PKK dengan anggaran sponsor, anggaran CSR gitu. Jadi selalu diberikan menu lengkap. Belum pernah memang PMT lokal dalam bentuk kudapan," katanya.

Anggota dewan komisi D juga mempertanyakan soal rasa pada makan PMT, Hal itu dijelaskan Mery para orang tua kebanyakan terbiasa memberi makanan anaknya dengan tambahan gula, garam dan penyedap rasa.

"Ketika makanan yang kita bagikan, banyak yang bilang nggak ada rasanya, anaknya nggak mau makan, karena anaknya sudah terbiasa makan makanan yang ditambahin macem - macem,"ucapnya.

Baca Juga: Bersiap Mengarungi Rangkaian Pertandingan BRI Liga 1, PERSIB Fokus Pemulihan Kebugaran Fisik Pemain

Pihaknya berjanji akan mengedukasi ibu balita untuk dapat membuat makanan yang sehat dan mencegah stunting.

"Kita edukasi para ibu balita untuk membuat makanan yang sehat, yang mengandung sumber protein hewani yang bisa mencegah terjadinya stunting,"pungkasnya.***  

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Instagram @depok24jam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X