"Otak - otak yang kami bagikan bukan otak - otak seperti yang dijual di pinggir jalan, tetapi otak - otak isinya telur. Dan memiliki kandungan gizi sesuai dengan standar yang dikeluarkan Kemenkes," tambah Mery.
Kemudian ketika disinggung terkait anggaran PMT, Mery menjelaskan bahwa, itu baru pertama kali mendapat insentif daerah, pihaknya mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk PMT lokal sebesar Rp 4,9 miliar yang akan diberikan ke 38 Puskesmas di kota Depok.
"(Per paket) Rp 18.000 itu all in ada pajak, ada distribusi, ada kemasan, pencucian. Kita meminta ke vendor penyedia 'cuci dahulu' karena kita tidak ingin menambah timbunan sampah di kota Depok. (Paket) 9.882 tiap har selama 28 hari nanti numpuk (sampah) seperti apa, sehingga kita minta kemasannya yang dipakai ulang atau reuse," ujarnya.
Selanjutnya ketika disinggung anggota dewan terkait kandungan gizi PMT, Mery juga menjelaskan, yang dibagikan kepada balita sudah memenuhi standar gizi.
Namun pihaknya mengakui, sosialisasi kemasyarakat belum maksimal terkait kandungan gizi dari PMT yang dibagikan.
Baca Juga: Tuding Hamas Miliki Pusat Komando Bawah Tanah, Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Al Shifa
"Persepsinya selama ini yang sering dilakukan PMT kota Depok adalah PMT yang diberikan dengan non-anggaran pemerintah ya, baik pihak swasta, CSR perusahaan, kemudian dari PKK dengan anggaran sponsor, anggaran CSR gitu. Jadi selalu diberikan menu lengkap. Belum pernah memang PMT lokal dalam bentuk kudapan," katanya.
Anggota dewan komisi D juga mempertanyakan soal rasa pada makan PMT, Hal itu dijelaskan Mery para orang tua kebanyakan terbiasa memberi makanan anaknya dengan tambahan gula, garam dan penyedap rasa.
"Ketika makanan yang kita bagikan, banyak yang bilang nggak ada rasanya, anaknya nggak mau makan, karena anaknya sudah terbiasa makan makanan yang ditambahin macem - macem,"ucapnya.
Baca Juga: Bersiap Mengarungi Rangkaian Pertandingan BRI Liga 1, PERSIB Fokus Pemulihan Kebugaran Fisik Pemain
Pihaknya berjanji akan mengedukasi ibu balita untuk dapat membuat makanan yang sehat dan mencegah stunting.
"Kita edukasi para ibu balita untuk membuat makanan yang sehat, yang mengandung sumber protein hewani yang bisa mencegah terjadinya stunting,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Cegah Stunting MIPI IPB University Bagikan Telur ke 150 Orang di 4 Desa Se-Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor
MUI Tidak Mengeluarkan Fatwa haram produk yang terafiliasi dengan Israel, Tetapi Haram Hukumnya tindakan mendukung Israel Menindas Palestina !
Bupati Bogor Melantik Puluhan Pejabat Dilingkungan Pemkab Bogor, Iwan Setiawan : bekerja cerdas cepat cermat sesuai peraturan dan Kode Etik !
Hujan Deras dan Angin Kencang di Kota Bogor Menyebabkan Longsor di Jl Batutulis dan Pohon Tumbang Disejumlah Titik, Aktivitas Warga Teganggu !