Menag, Yaqut Cholil: Isra Miraj Merupakan Tonggak Sejarah Islam dan Kenabian Muhammad SAW

photo author
Eko Aripyanto, View Jabar
- Sabtu, 18 Februari 2023 | 15:45 WIB
Menag, Yaqut Cholil Qoumas: Isra Miraj Merupakan Tonggak Sejarah Islam. Foto/Kemenag.go.id/ (Foto: Kemenag go id)
Menag, Yaqut Cholil Qoumas: Isra Miraj Merupakan Tonggak Sejarah Islam. Foto/Kemenag.go.id/ (Foto: Kemenag go id)

VIEWJABAR - Isra Miraj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. 

Ketika Mi’raj, Rasulullah saw melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat. 

Karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW, mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam. 

Baca Juga: Dihadang Segerombolan Monyet, Kepala Desa Tanjungsari dan Aparat Nyaris Gagal Rapat Dengan Warga

Menag, Yakut Cholil: Salat Sejatinya Mencegah Diri dari Perbuatan Keji

Bahkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Isra Miraj merupakan sebuah tonggak dari lahirnya ibadah shalat lima waktu yang menjadi inti kepatuhan kepada yang Maha Kuasa. 

“Shalat sejatinya mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, dimana pesan di balik perintah shalat adalah bahwa hubungan agama dan kemanusiaan hidup berdampingan,” tuturnya. 

Gus Yaqut juga menuturkan agama hadir untuk membebaskan manusia dari segala belenggu keburukan, kejahatan, dan kerusakan moral. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan, apalagi dibeda-bedakan.

Baca Juga: Ini Rahasiah Beras Kampung Adat Naga Tasikmalaya Harganya Meroket, Anda Penasaran, Kunjungi Segera

“Saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk memetik hikmah dari peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menjaga komitmen keimanan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga komitmen kerukunan umat beragama, sehingga tercipta Indonesia yang harmonis menuju bangsa yang hebat,” tutur Gus Yaqut. 

Dimana agama datang untuk memanusiakan manusia dengan cara memelihara agamanya, jiwanya, akalnya, kehormatannya, dan hartanya, seperti ibadah shalat yang diawali dengan kekuatan tauhid “Allahu Akbar”.

Kemudian shalat juga ditutup dengan kalimat salam “assalamualaikum wa rahmatullah” ke kanan dan ke kiri, menjadi wujud komitmen kedamaian, komitmen persaudaraan, komitmen kerukunan, dan komitmen merekatkan ikatan kemanusiaan.

Baca Juga: Ibu Harus Tau, Inilah Penyebab Leukemia serta Cara Pengobatannya Pada Anak

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dianugerahi berbagai bahasa, budaya, dan agama. Sudah sepatutnya harus mensyukuri kekuatan tersebut dan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menjaga kerukunan.

“Inilah spirit dari makna salaam, yakni berkomitmen menjaga persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah),” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Aripyanto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X