VIEWJABAR - Isra Miraj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam.
Ketika Mi’raj, Rasulullah saw melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.
Karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW, mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Baca Juga: Dihadang Segerombolan Monyet, Kepala Desa Tanjungsari dan Aparat Nyaris Gagal Rapat Dengan Warga
Menag, Yakut Cholil: Salat Sejatinya Mencegah Diri dari Perbuatan Keji
Bahkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Isra Miraj merupakan sebuah tonggak dari lahirnya ibadah shalat lima waktu yang menjadi inti kepatuhan kepada yang Maha Kuasa.
“Shalat sejatinya mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, dimana pesan di balik perintah shalat adalah bahwa hubungan agama dan kemanusiaan hidup berdampingan,” tuturnya.
Gus Yaqut juga menuturkan agama hadir untuk membebaskan manusia dari segala belenggu keburukan, kejahatan, dan kerusakan moral. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan, apalagi dibeda-bedakan.
Baca Juga: Ini Rahasiah Beras Kampung Adat Naga Tasikmalaya Harganya Meroket, Anda Penasaran, Kunjungi Segera
“Saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk memetik hikmah dari peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menjaga komitmen keimanan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga komitmen kerukunan umat beragama, sehingga tercipta Indonesia yang harmonis menuju bangsa yang hebat,” tutur Gus Yaqut.
Dimana agama datang untuk memanusiakan manusia dengan cara memelihara agamanya, jiwanya, akalnya, kehormatannya, dan hartanya, seperti ibadah shalat yang diawali dengan kekuatan tauhid “Allahu Akbar”.
Kemudian shalat juga ditutup dengan kalimat salam “assalamualaikum wa rahmatullah” ke kanan dan ke kiri, menjadi wujud komitmen kedamaian, komitmen persaudaraan, komitmen kerukunan, dan komitmen merekatkan ikatan kemanusiaan.
Baca Juga: Ibu Harus Tau, Inilah Penyebab Leukemia serta Cara Pengobatannya Pada Anak
Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dianugerahi berbagai bahasa, budaya, dan agama. Sudah sepatutnya harus mensyukuri kekuatan tersebut dan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menjaga kerukunan.
“Inilah spirit dari makna salaam, yakni berkomitmen menjaga persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah),” katanya.
Artikel Terkait
Buku Membuka Catatan Cakrawala, Senarai Susastra Galunggung SMAN 1 Cisayong Goresan Hidup
BMKG: Hujan Diperkirakan Akan Mengguyur Sejumlah Kota Besar di Indonesia
Ibu Harus Tau, Ini Cara Cegah Serta Ciri-Ciri Stunting Pada Anak
Susu Kental Manis Tak Layak Gantikan ASI Bagi Bayi Dibawah 12 Bulan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto Siap Lanjutkan Kepemimpinan Joko Widodo pada 2024 Nanti
Eric Thohir Nahodai PSSI, KLB Putuskan 64 Suara Pemenangnya
Inggit Garnasih Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan, Gubernur Jabar, M Ridwan Kamil: Harap Ususlan Disetujui
Gelar Operasi Keselamatan Lalin, Kapolres Tasikmalaya Terjun Langsung, Bagikan Helm ke Pengendara
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan: World Water Forum, Tonggak Penting Untuk Indonesia Kedepan
Kata Gus Baha, Bacaan Tasyahud Merupakan Dialog Antara Nabi SAW dengan Allah SWT, saat Isra Miraj