ViewJabar.com-- Acara Breakfast Meeting bersama Forkopimda Sumedang digelar Bakesbangpol Kabupaten Sumedang membahas penanganan masyarakat miskin ekstrem. Breakfast meeting dilaksanakan di halaman Gedung Negara Sumedang. Kamis 6 Juni 2024.
Kegiatan breakfast meeting tersebut dibuka Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli dengan agenda antara lain membahas penanganan masyarakat miskin ekstrem yang masih menghantui Kabupaten Sumedang.
Menanggapi hal itu, Kepala Bappppeda Sumedang, Agus Wahidin menjelaskan terkait penanganan masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Sumedang yang sesuai dengan perintah dan kebijakan Bupati.
"Dalam tahap satu sudah dilalui, sampai dengan 12 Mei 2024, lalu yakni verifikasi dan validasi data langsung, melalui para kepala Desa yang masing-masing dikoordinir oleh Camat," ungkapnya.
Baca Juga: Warga Terdampak Gempa Bumi Sumedang Pertanyakan Bantuan Rehabilitasi Rumah
Jadi, lanjut Agus, dari data DTKS, P3KS, Reksosek itu akhirnya kita kompilasi. Kemudian di print out dan dibagikan ke Camat, Kades, dan oleh Kades di verifikasi dan di validasi itu sudah dilakukan.
"Para kades, para camat menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak dan validasi seizin BPS. Jadi BPS juga ikut bertanggung jawab bersama-sama," katanya.
Sedangkan untuk leading sektornya, tambah Agus, memang ada di Bappppeda Sumedang, dan dihasilkan jumlah yang terverifikasi dan tervalidasi sebanyak 3.083 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 12.296 jiwa.
"Dari jumlah itu, dibagi dipilah- pilah, mana yang usia produktif mana yang nonproduktif," terangnya.
Kepala Bappppeda itu menuturkan, setelah datanya selesai bupati mengadakan lagi rapat Forkopimda dan SKPD dan Baznas, disepakati bahwa Baznas sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk melalui undang-undang mengumpulkan dana umat itu, yang akan mengalokasikan bantuan kepada keluarga miskin ekstrem ini sebesar kurang lebih Rp 7 miliar lebih untuk Juli sampai Desember 2024.
"Kemudian bagi yang produktif, disamping diberikan bantuan melalui komando Bupati dan Forkopimda akan disalurkan untuk bisa bekerja, nah nanti yang akan disalurkan bekerja di berbagai perusahaan UMKM dan sebagainya lah pokoknya supaya mendapat penghasilan," jelasnya.
Agus juga menyebut, Pj Bupati Sumedang telah menyepakati bantuannya oleh Baznas. Adapun bentuknya berupa voucher yang nanti bisa ditukarkan untuk makanan pokok utama.
"Karena kita juga harus sekalian, berkaitan dengan stunting yang nantinya harus bisa ditukarkan dengan lauk dan daging," jelasnya.
Artikel Terkait
Percepat Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Intensifkan Tiga Strategi Kebijakan Ini