VIEWJABAR.COM - Masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap peredaran uang palsu atau upal yang masih terjadi hingga saat ini.
Terbaru, berita soal penemuan uang palsu Rp22 miliar di Jakarta Barat. Kabar yang dilansir dari Antara ini menyebutkan bahwa aparat kepolisian telah menangani kasus tersebut.
Terkait masih terjadinya peredaran uang palsu atau upal, Bank Indonesia (BI) kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada dan melakukan pengecekan uang yang dimiliki.
Hal itu untuk mengantisipasi terhadap kemungkinan adanya peredaran uang palsu dengan menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang.
Selain untuk memastikan keaslian mata uang rupiah, metode 3D itu juga demi keamanan dan kenyamanan bersama selama transaksi.
Dihimpun dari informasi BI, berikut teknik penerapan metode 3D tersebut:
Baca Juga: Olahan Tahu yang Bikin Anak Ketagihan, Resep Simple Bahan Sederhana Rasa Nikmat, Ok Buat Ide Jualan
- Dilihat: warna uang yang asli terlihat terang serta jelas, serta terdapat benang pengaman yang ditanam pada kertas dengan suatu garis melintang atau beranyam dan berubah warna.
- Diraba: pada setiap uang terdapat angka, huruf, burung garuda dan gambar utama, jika diraba akan terasa kasar atau dikenal sebagai cetak "intaglio".
- Diterawang: pada setiap uang terdapat tanda air berupa gambar pahlawan dan terlihat jelas bila diterawangkan ke arah cahaya atau biasa dikenal tanda air.
Dari terawangan itu terdapat huruf atau logo BI saling mengisi yang beradu tepat di muka dan belakang atau dikenal dengan "rectoverso".
Untuk menerapkan metode itu bisa memakai alat bantu sederhana yaitu dengan sinar matahari (UV) maupun kaca pembesar.
Artikel Terkait
Dari Lio, Kang DS Siap Kembali Maju ke Pendopo, Mendapat Dukungan Ribuan Relawan Bedas se-Kabupaten Bandung, Kang DS Terharu Terima Sumbangan Koin
Update Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 20 Juni 2024 di Butik Logam Mulia Bandung, Berikut Rinciannya
Tren Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Sejumlah Investasi Berikut Ini Bisa Menjadi Pilihan
Harga Minyakita Akan Naik Dari Rp14.000 Menjadi Rp15.500 Per Liter, Simak Sejumlah Cara Hemat Gunakan Minyak Goreng