Banyak Peneliti Dari Indonesia 'Kabur' Ke Luar Negeri Jadi Diaspora, Bekerja dan Menetap, Ini Ternyata Penyebab Utamanya

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Senin, 29 Juli 2024 | 14:05 WIB
Ilustrasi periset. Banyak Peneliti Indonesia memilih menjadi diaspora dan kerja di luar negeri. (Foto: Pixabay/ jarmoluk)
Ilustrasi periset. Banyak Peneliti Indonesia memilih menjadi diaspora dan kerja di luar negeri. (Foto: Pixabay/ jarmoluk)

VIEWJABAR.COM - Banyak periset atau peneliti dari Indonesia yang memilih untuk menjadi diaspora, bekerja dan menetap di luar negeri selama ini.

Beberapa hal menjadi faktor mengapa banyak peneliti yang terpaksa meninggalkan tanah air untuk berkarya di negeri orang.

Di antara penyebab para peneliti berbondong-bondong hijrah ke luar negeri karena profesi mereka relatif masih belum dihargai di negeri sendiri.

Baca Juga: Indonesia vs Thailand: Laga Final Piala AFF U-19, Tim Merah Putih Ingin Mengulang Kesuksesan Tahun 2013 Silam

Salah satunya karena perusahaan-perusahaan Indonesia kurang berminat terhadap aspek penelitian, sehingga banyak periset yang memilih bekerja di luar negeri.

"Di Indonesia, minat perusahaan untuk melakukan riset dan pengembangan itu sangat terbatas, belum banyak. Mereka (perusahaan) lebih suka menggunakan teknologi yang sudah ada," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional periode 2016-2019, Bambang Brodjonegoro seperti dikutip Antara.

Alasan tersebut, menurut dia, membuat kepindahan para periset Indonesia ke luar negeri, menjadi sebuah hal yang wajar.

Baca Juga: Populasi Mobil Hybrid di Indonesia Masih Akan Meningkat, Ini Alasannya Menurut Gaikindo

Masalah tentang peneliti Indonesia yang berbondong-bondong menjadi diaspora, sebenarnya bukan isu baru. Persoalan itu juga sempat ramai mengemuka pada 2009.

Meskipun demikian, tutur Bambang, kondisi itu sampai saat ini masih bergulir dan belum teratasi.

Dia menilai berbagai pihak perlu bekerja sama mencari solusi terkait "kabur-nya" peneliti Indonesia. Apalagi, saat ini ada target visi Indonesia Emas pada 2045.

Baca Juga: Jawa Barat Tuan Rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan, Diharapkan Jadi Solusi Masalah Pertanian

"Barangkali dari pemerintah perlu memberikan anggaran atau dukungan yang lebih besar kepada kegiatan riset dan pengembangan. Kepada perusahaan juga diberi insentif," tutur Menteri Keuangan pada 2014-2016 ini.

Pemerintah juga dianggap perlu menghadirkan variasi pekerjaan bagi peneliti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X