"Maka sangat luar biasa dan ini (buku Bedas Manunggal) sangat inspiratif," katanya.
Termasuk bagi dunia pendidikan, menurut Basri, pendidikan Pancasila menjadi pembelajaran di sekolah, terkait dengan ideologi dan penguatan mental serta spiritual pada anak-anak generasi muda penerus bangsa.
"Ini sangat luar biasa dan sangat inspiratif betul melihat buku karya Kang DS ini," tuturnya.
Ia pun melihat kepemimpinan Kang DS itu sangat konsen pada peningkatan kualitas generasi bangsa. Menariknya lagi, karya bukunya itu dikolaborasikan dengan ayat-ayat Al-Qur'an.
"Secara spiritual dan agama untuk membentuk karakter anak bangsa. Anak bangsa harus memahami betul makna filosofi dari Pancasila itu karena butir-butir Pancasila ini sudah sesuai dengan yang ada di Al-Qur'an," katanya.
Bagi Basri, ia menilai bahwa sosok Bupati Bandung itu adalah sebuah terobosan, bukan hanya pada sisi spiritual, sisi pendidikan juga sangat konsen.
"Menariknya, tidak melupakan akar budaya kesundaan yang menjadi barometer untuk meneruskan pada sisi karakter kesundaan. Apalagi kita lahir di Sunda. Maka karakter budaya Sunda itu bisa menjadi salah satu kolaborasi yang sangat luar biasa," ujarnya.
Bukan hanya pada sisi mental, spiritual, karakter, akhlak untuk anak bangsa. Tapi dari sisi proses pemaknaan Pancasila, ini akar kebudayaannya tidak dilupakan.
"Maka tiga pilar inilah yang menjadi inspiratif buat saya secara pribadi sebagai warga Kabupaten Bandung mengapresiasi terhadap inspiratif atau inspirasi-inspirasi yang dilontarkan Bapak Bupati Bandung," ungkapnya.
Termasuk bisa menciptakan buku ilmiah ini, katanya, dipersembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung.
"Maka saya sangat mengapresiasi. Bukan hanya sisi buku yang diciptakan oleh beliau secara ilmiah, tapi hal lain juga sudah diimplementasikan pada sisi kaitan dengan program-program yang sangat menyentuh bagi masyarakat Kabupaten Bandung," tuturnya.
Menurutnya, Bupati Bandung ini sangat banyak inspirasinya, bukan hanya pada sisi proses pemaknaan buku Bedas Manunggal yang diciptakan Kang DS dan di soft launching pada Rabu 7 Agustus 2024 lalu.
"Tapi beliau sudah mampu mengimplementasikan dari gerak langkah buku yang diciptakan oleh beliau. Dan itu diimplementasikan pada sisi di lapangan, langsung kepada masyarakat di Kabupaten Bandung," katanya.
Artikel Terkait
Ribuan Anggota Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Dadang Supriatna di Pilbup Bandung, Kang DS: Jujur, Saya Terharu
KH Sofyan Yahya Restui Dadang Supriatna-Ali Syakieb Lanjutkan Bedas Periode Kedua dan Doakan Menangkan Pilbup Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna Disebut Pemerintah Australia Sebagai Kepala Daerah Terbaik di Indonesia, Ini Alasannya
PCNU Kabupaten Bandung Dukung Bupati Petahana Dadang Supriatna 2 Periode
99,57 Persen Warganya Terdaftar JKN-KIS, Bupati Bandung Dadang Supriatna Kembali Raih Penghargaan UHC dari Wapres