Sekuriti Penjaga Museum Prabu Geusan Ulun Ditemukan Tewas, Kerabatnya Terpaksa Dobrak Pintu Rumah

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 21:25 WIB
Petugas dari BPBD, Inafis Polres dan relawan mengevakuasi Sekuriti Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang yang ditemukan meninggal pada Selasa 13 Agustus 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)
Petugas dari BPBD, Inafis Polres dan relawan mengevakuasi Sekuriti Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang yang ditemukan meninggal pada Selasa 13 Agustus 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)

VIEWJABAR.COM-- Seorang Sekuriti di Museum Prabu Geusan Ulun Kompleks Gedung Negara Sumedang ditemukan sudah tak bernyawa di kediamannya Selasa 13 Agustus 2024.

Pria dengan status Duda, bernama lengkap, R Djajat Sudrajat (59) itu ditemukan setelah sekira tiga hari tidak terlihat pergi bekerja di Museum oleh kerabatnya.

Seperti yang dituturkan Yeti (63) yang ditemui di lokasi kejadian di Gang Aan RT 04/08 Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

"Terakhir kali melihat hari Sabtu (10/8/2024) siang, kita sempat bercanda, katanya sih baru pulang piket, dan beli sayur buat teman nasi," ujar Yeti.

Baca Juga: Sekda Sumedang Bacakan Sambutan Mendagri Dalam Rapat Paripurna Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji DPRD

Sosok Djajat dikenal baik meskipun jarang berbicara, namun humoris. Menurutnya ia kerap kali bertegur sapa dengan tetangga dekatnya.

 "Jarang bicara, tapi sekali ngomong suka bikin ketawa, orangnya baik. Dia tinggal di sini sendirian, sudah menduda sejak lama dan punya anak satu di Bekasi," tutur Yeti.

Sejak saat itu, Djajat tak kunjung terlihat keluar dari rumahnya, hingga salah seorang keluarganya datang untuk menemui Djajat pada Selasa pagi.

Sementara itu, kerabat korban bernama Heri (57) yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Djajat yang menaruh curiga karena sejak hari Minggu tidak terlihat masuk kerja.

Baca Juga: Asep Ronny Hidayat: PDIP Tetap Berkomitmen Kawal Pembangunan Sumedang Lebih Baik

"Hari Minggu kemarin itu kan jadwal piket dia, tapi tidak ada tugas. Karena curiga, tadi pagi pukul 08.00, saya ke rumahnya, tapi dikunci. Jadi izin ke RT untuk mendobrak rumahnya," ungkap. Heri. 

Setelah rumah korban berhasil didobrak, Heri dan Ketua RT mencium aroma menyengat dan melihat korban sudah tak bernyawa. 

Dituturkan Heri, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan humoris. Ia memiliki riwayat penyakit lambung. 

"Setelah melihat saudara saya ini sudah meninggal dunia, kami langsung lapor ke pihak berwajib," kata Heri. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X