VIEWJABAR.COM– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang akhirnya menetapkan empat pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Sumedang 2024 sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Minggu 22 September 2024.
Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi menyampaikannya kepada sejumlah awak media di kantor KPU Sumedang, setelah melakukan sidang pleno tertutup.
"InshaAllah pengundian nomor urut akan dilakukan besok (Senin 23 September 2024), dan akan dihadiri keempat Paslon," ungkap Ogi.
Keempat Paslon itu ialah, Dony Ahmad Munir-Fajar Aldila, Irwansyah Putra-Brigjen TNI (Purn) GRARV Mustikaningrat, Erni Sumarni-Ridwan Solichin, dan pasangan perseorangan Hendrik Kurniawan-Luky Djohari Soemawilaga.
“Kami pastikan semuanya sudah melalui tahapan dari mulai pendaftaran (27-29 Agustus) kemudian verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga membuka tanggapan masyarakat," tutur Ogi.
Karena tidak ada tanggapan, tambah Ketua KPU itu, pihaknya menetapkan keempat pasangan calon ini hari ini dalam rapat pleno tertutup.
“Masing-masing pasangan bisa membawa maksimal 75 orang pendukung, dalam acara pengundian nomor urut Paslon," katanya.
Dan pada 24 September, lanjut Ogi, KPU juga akan mengadakan deklarasi damai dan kirab di sekitar Kota Sumedang untuk memperkenalkan para calon kepada masyarakat.
Baca Juga: BKPRMI Sumedang Kenalkan Senam dan Belajar Tajwid Gembira Untuk Ustadz TKA/TPA
"Untuk titik kumpul kirab itu, dimulai dari Alun-alun Sumedang, menuju Alam Sari dan berakhir ke Alun-alun Sumedang," terang Ogi.
Ogi juga menyebut, dalam kegiatan itu, pasangan calon akan menyampaikan profil dan visi misi mereka dihadapan masyarakat Sumedang.
"Masa kampanye sendiri dimulai pada 25 September hingga 23 November 2024 mendatang. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai lokasi pemasangan alat peraga kampanye dan titik rapat umum," jelas Ogi.
Artikel Terkait
KPU Sumedang Tetapkan Jumlah Pemilih Untuk Pilkada 2024 Dalam Rapat Pleno Terbuka
KPU Jawa Barat Tetapkan Jumlah DPT Pilgub Jabar 2024 Sebanyak 35,9 Juta Orang, Pemilih Ganda Sempat Jadi Bahasan