Ini
VIEWJABAR.COM - Penjabat Wali Kota Bandung A. Koswara meminta Pasar Tradisional di Kota Bandung bisa melakukan pemilahan sampah bukan hanya asal membuang. Hal ini karena volume sampah pasar se-Kota Bandung yang mencapai 90 meter kubik per hari nya, bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi penyumbang ritasi yang cukup besar ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
"Saya telah berkeliling ke sejumlah pasar tradisional, maka harus dicarikan model terbaik agar penanganan sampah baik di wilayah maupun di sumber sampahnya tertangani dengan baik," kata Penjabat Wali Kota Bandung A. Koswara, kepada awak media saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Sederhana, Selasa 15 Oktober 2024.
Atas kondisi itu PJ. Walikota A. Koswara meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya agar pasar tradisional bisa mengurangi sampah. Termasuk dapat mengolahnya agar hanya sampah residu yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Baca Juga: Ribuan Guru PAUD di Sumedang Padati GOR Tajimalela, Meriahkan HUT Himpaudi ke-19
Langkah itu kata dia, terkait pengiriman sampah ke TPA Sarimukti saat inii semakin dikurangi seiring dengan kritisnya kondisi di sana.
"Salah satu prioritas kita sampah di 37 pasar itu maksimal yang bisa diangkut ke TPA Sarimukti kisaran di 30 persen, dan itu sampah residu. Jadi sisanya diolah di pasar atau TPS terdekat," ujar A. Koswara.
Selain itu dalam menangani masalah sampah saat ini Koswara juga mengungkapakan, di lingkungan kelurahan atau RW sudah cukup kecil pembuangan sampah residu.
Baca Juga: Maling Bobol SDN Hargasari Tasikmalaya sebelum Pelaksanaan ANBK. Ini yang Dilakukan Kepolisian
"Kita lihat di lingkungan kelurahan atau RW malah residunya kecil, bisa sampai 11 persen. Jadi sebetulnya persoalan sampah ini dilakukan dari sumber sampah itu, maka pengurangan sampah ke TPA Sarimukti itu bisa dilakukan," ungkapnya.
Koswara mengungkapkan, telah ada sejumlah program yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandung terkait pengelolaan sampah. Jika semua berjalan dengan baik maka permasalahan sampah di Kota Bandung bisa diminimalisir.
"Kita sudah banyak program, sudah menghasilkan kinerja yang baik, hanya persoalannya tidak diintegrasikan, di kelurahan ada maggot hingga komposter, sudah bagus jadi pengolahan sampahnya sudah ada, masalahnya dari sumber produksi sampahnya itu tidak terpilah," katanya.
"Program utama kita satu, memilah sampah dari sumbernya. Warga, kios hingga pengelola harus memilah sampahnya. Di Kota Bandung ini 383 RW yang Kawasan Bebas Sampah (KBS), artinya sudah berjalan baik," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Kiriman Sampah Sedikitnya 1.611 Ton per Hari, Over Kapasitas Sebanyak 786, 44 Persen
Pemkot Bandung Fokus Tangani Sampah dan Banjir Untuk Antisipasi Musim Hujan, Ini Kata Pj Wali Kota
Cekungan Bandung Terancam Krisis Penanganan Sampah, Ini Kata Sekda Jabar
Unpad Ditantang Untuk Mengatasi Masalah Besar Sampah, Stunting dan Kemiskinan di Jawa Barat