BKKBN Jawa Barat Luncurkan Program Getas untuk Atasi Stunting

photo author
Aam Permana S, View Jabar
- Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:48 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Gerakan Sehat Atasi Stunting (Getas) (Ist)
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Gerakan Sehat Atasi Stunting (Getas) (Ist)

VIEWJABAR.COM - Untuk mempercepat pengurangan angka stunting di Bekasi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Gerakan Sehat Atasi Stunting (Getas) dalam acara Kick Off yang diadakan di Charles Himawan Auditorium, Presiden University, Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 120 karyawati hamil yang masih aktif bekerja di Kawasan Industri Jababeka, yang mendapatkan edukasi tentang stunting.

BKKBN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak Jababeka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui yang aktif bekerja.

Pelaksana Tugas Kepala BKKBN, Dr. Sundoyo, menyatakan bahwa stunting dapat dicegah jika calon pengantin dan ibu hamil lebih memperhatikan kesehatan mereka. Dia juga mendorong calon ibu untuk memastikan imunisasi lengkap agar anak terhindar dari stunting.

Baca Juga: Polres Majalengka Tetapkan Anak di Bawah Umur Tersangka Kekerasan, Polisi : Pelaku Mengakui Gunakan Alat Suntik

Sundoyo memberikan empat poin penting dalam pencegahan stunting bagi ibu yang bekerja:

-Melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan.

-Setelah bayi lahir, memberikan ASI eksklusif dan imunisasi dasar yang lengkap.

-Memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk bayi yang berusia lebih dari enam bulan, serta terus mendorong pola makan yang baik.

Baca Juga: Pemkab Bogor Laksanakan Program Pangan Murah untuk Atasi Inflasi dan Stabilkan Harga

-Menjaga akses pada air bersih dan sanitasi yang baik.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi, Dedi Supriad, mengapresiasi kolaborasi BKKBN dan Jababeka dalam mendukung program penurunan stunting. Ia menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk mencapai target ini.

Menurut data E-PPGM Kemenkes RI, angka stunting di Kabupaten Bekasi telah menurun dari 1,6% pada 2022 menjadi 1,3% pada 2023, dan proses penghitungan untuk 2024 masih berlangsung.

Baca Juga: Persib Bandung Harus Hati-Hati, Persebaya Surabaya Dapat Tiga Pemain Timnas Jelang Laga Pekan ke -8 BRI Liga 1!

Dedi mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menurunkan angka stunting, berharap sinergi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat, cerdas, dan kompetitif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aam Permana S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X