Di Hari Santri Nasional, Sekda Sumedang Ajak Santri Kuasai Teknologi Dan Tampil Sebagai Motor Pembangunan

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:51 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, Tuti Ruswati menjadi Inspektur Upacara di Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang 2024 di Pusat Pemerintahan Sumedang pada Selasa 22 Oktober 2024  (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, Tuti Ruswati menjadi Inspektur Upacara di Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang 2024 di Pusat Pemerintahan Sumedang pada Selasa 22 Oktober 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)

VIEWJABAR.COM-- Ribuan Santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sumedang berkumpul di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Sumedang pada Selasa 22 Oktober 2024.

Peserta upacara di Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang, tampak menggunakan busana khas para santri. Wanita berjilbab dan pria mengenakan Koko, sarung dan berpeci.

Bertindak sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Sumedang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati.

Dalam kesempatannya, Sekda membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia dihadapan ribuan peserta upacara HSN. Ia menyampaikan bahwa Hari Santri, merupakan momen untuk merefleksikan semangat juang para syuhada pada 22 Oktober 1945. 

Baca Juga: Ini Harapan Tokoh Masyarakat Terkait Banyaknya Ujaran Kebencian Jelang Pilkada 2024

"Dulu, perjuangan kita melawan penjajah dilakukan dengan senjata. Dan kini, saatnya kita melawan kebodohan dan kemunduran dengan pena dan pengetahuan," katanya yang ditemui usai upacara.

Tuti menekankan, pentingnya santri masa kini, tidak hanya menguasai Al-Qur'an, hadist, kitab kuning dan lainnya, tetapi juga teknologi dan ilmu pengetahuan.

Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati
Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)

"Santri yang cerdas dan terampil dalam teknologi akan menjadi kader bangsa yang mampu memajukan Indonesia," tambahnya.

Sekda Sumedang itu juga menggarisbawahi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap pesantren dan pendidikan Islam. Ia menyebut, dalam visi "Sumedang Sehati yakni Sejahtera Agamis dan Demokratis" hingga 2025.

Baca Juga: Pertama di Jabar, Kabupaten Sumedang Gelar Kemah Santri ke-3 2024 Diikuti 300 Ponpes

"Ini bentuk komitmen Pemkab Sumedang, dalam memperkuat posisi pesantren dan lembaga pendidikan Islam," ujarnya.

Adapun, lanjut Tuti, salah satu kebijakan yang diterapkan adalah kewajiban bagi siswa SD untuk menyelesaikan Iqro sebagai syarat masuk SMP.

Dikatakan Sekda Sumedang, peringatan Hari Santri Nasional diharapkan dapat memotivasi santri untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan dan penguasaan teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X