VIEWJABAR.COM-- Setelah melakukan pencarian terhadap pelajar SMAIT Insan Sejahtera Sumedang yang dikabarkan terseret ombak pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali pada Rabu 30 Oktober 2024 kemarin, Tim SAR Denpasar Bali berhasil menemukan jasad pelajar itu pada Kamis 31 Oktober 2024.
Pencarian jasad korban pelajar SMAIT Insan Sejahtera yang dilaksanakan selama dua hari membawa hasil positif. Sekira pukul 09.40 WITA, SRU Laut RIB 05 Denpasar menemukan dan mengevakuasi jenazah pada koordinat 08°45'07.82"S - 115°28'13.08"E, sejauh 200 meter sebelah barat LKP.
"Jam 06.05 WITA, Tim SAR Gabungan dengan menggunakan RIB 05, Denpasar lepas sandar dari Pelabuhan Segitiga Emas Nusa Penida menuju area pencarian sesuai dengan rencana Operasi SAR," ungkap Kepala SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Sekira Pukul 10.45 WITA, lanjut Kepala SAR Denpasar, RIB 05 Denpasar yang digunakan Tim SAR bersandar di Pelabuhan Segitiga Emas, Nusa Penida dan jenazah dibawa menuju RS Gema Shanti dengan menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika untuk menunggu kepastian identitas oleh pihak keluarga.
Baca Juga: Jabar Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Ini Penjelasan Bey Machmudin
"Setelah dipastikan oleh pihak keluarga korban, bahwa jenazah itu adalah Kaisar Akira Ayman (17) pelajar dari Sumedang yang terseret ombak di pantai Kelingking, maka kami akhiri tugas pencarian dan pertolongan," terangnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah pelajar SMAIT Insan Sejahtera Sumedang itu akan diterbangkan dari Bali menuju Sumedang sekira pukul 21.00 WITA.
"Korban akan diterbangkan dari Denpasar menuju Cengkareng pukul 21.00 WIB, kemungkinan tiba di rumah duka sekira pukul 05.00 WIB," ungkap salah satu sumber.
Sebelumnya, sebanyak 48 orang pelajar SMAIT Insan Sejahtera mengadakan Edutour ke Pulau Dewata yang dimulai pada 28 Oktober 2024 hingga 2 November 2024.
Baca Juga: Karang Taruna Siapkan Strategi Di Masa Transisi Kepala Daerah di Sumedang
Adapun guru pendamping yang turut dalam rombongan itu sebanyak 5 orang, yang berangkat dari Stasiun Kiaracondong Bandung pukul 22.00 WIB transit di Yogyakarta. Perjalanan menggunakan kereta api dilanjutkan hingga Banyuwangi dan menyeberang dengan kapal Ferry menuju pulau Bali.
Dalam kegiatan itu, murid SMAIT diwajibkan membuat video wawancara dengan turis di Bali dalam bahasa inggris.
Dengan peristiwa ini, panitia Edutour rencananya akan memulangkan seluruh peserta lebih cepat dari jadwal sebelumnya.***
Artikel Terkait
Karang Taruna Siapkan Strategi Di Masa Transisi Kepala Daerah di Sumedang
Jabar Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Ini Penjelasan Bey Machmudin