VIEWJABAR.COM-- Warga di Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat, memenuhi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 pada Sabtu, 16 November 2024.
Sejak dimulai proses pemungutan suara sekira pukul 7.00 WIB warga tampak antusias mendatangi TPS, termasuk juga pemilih disabilitas.
Sebagai penyelenggara Pilkada Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, sengaja menggelar Simulasi Pemungutan Suara, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Sumedang tahun 2024 di Gedung Kesenian Sumedang.
Hadir dalam kegiatan Simulasi pemungutan suara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan partai politik (Kesbangpol) Asep Tatang Sujana, Dandim 0610/Sumedang, Letkol Kav. Christian Gordon Rambu, Kabag Ops Polres Sumedang serta para penyelenggara Pilkada Serentak 2024 di Sumedang setingkat kecamatan Sumedang Utara Sumedang.
Baca Juga: Rakernis Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Digelar Panwascam Tanjungsari
Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi mengungkapkan, Simulasi pemungutan suara kali ini akan sesuai dengan yang akan dilakukan pada saat 27 November 2024 nanti.
"Kami betul-betul merasa simulasi ini layaknya pemungutan suara seperti hari H. Tadi kami telah mulai dari pukul 7.00 dan nanti akan berakhir sampai dengan selesai penghitungan, rekap dan yang lain-lain," katanya.
Jadi, lanjut Ogi, ini untuk memberikan gambaran kepada warga kepada penyelenggara juga, untuk menghitung Berapa lama proses penghitungan pemungutan sampai dengan penghitungan rekap sampai selesai.
"Pemilihnya adalah pemilih riil organik dari TPS 13, Kelurahan Kotakaler. Dengan pemilih sebanyak 580 pemilih yang ada di TPS ini," ungkapnya.
Baca Juga: Ketua KPU Sumedang: Berharap Acara Debat Publik Paslon Tidak Viral
Harapan kami, tambah Ogi, masyarakat mendapatkan gambaran, nanti pada pemungutan suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati, serta gubernur dan wakil gubernur itu akan seperti ini.
Untuk penyelenggaraan proses pemungutan suara, KPU Sumedang menargetkan para penyelenggara (PPK dan PPS) mendapatkan gambaran dari simulasi kali ini.
"Untuk Pileg, Pilpres kan, pemilihnya maksimal 300, sedangkan sekarang pemilihnya 600. Maka dengan pemilih yang banyak dengan durasi yang sama, tapi pemilihnya lebih banyak, maka kemudian ada beberapa hal yang perlu disiasati oleh penyelenggara," tuturnya.
Kalau misalnya, lanjut Ogi, dalam kondisi pemungutan suara, realitanya tidak semudah itu. Ketika pada saat pelaksanaan. Tapi mudah-mudahan dengan gambaran seperti sekarang, para penyelenggara baik PPK dan PPS, mereka membuat sedikit inovasi, bagaimana caranya warga bisa datang ke TPS.
Artikel Terkait
KPU Kota Bandung Gelar Simulasi Penghitungan Suara Pilkada Serentak 2024, Ini Tujuannya
Ketua KPU Sumedang: Berharap Acara Debat Publik Paslon Tidak Viral