Baca Juga: Dewan Nilai Kebijakan Pemkot Bandung Larang Rumija Untuk Reklame Sudah Benar
Dalam kegiatan ini, Farhan dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) pendamping melakukan simulasi dengan bersepeda, lalu berhenti di halte-halte yang telah ditentukan.
Hal ini dilakukan untuk mengkaji langsung dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul, serta mengamati potensi kemacetan akibat keberadaan halte.
“Kami sedang melakukan survei untuk mengetahui seperti apa dampaknya bagi masyarakat. Dengan bersepeda, kami berhenti di beberapa titik halte dan melihat langsung bagaimana arus lalu lintas akan terpengaruh,” paparnya.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Minta Dokter PPDS di RSHS Pelaku Kekerasan Seksual Ditindak Tegas
Di Kota Bandung, akan dibangun total 34 halte BRT. Dari hasil peninjauan, Farhan menyebut beberapa titik yang dinilai cukup mengkhawatirkan berada di sepanjang kawasan Kosambi hingga Cicadas, karena potensi kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi di daerah tersebut.
Sistem BRT sudah lama menjadi bagian dari rencana pengembangan transportasi di Kota Bandung. Saat ini, pembiayaannya sepenuhnya berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak 1 Januari 2025 dengan anggaran mencapai Rp121 miliar. Rute yang digunakan nantinya akan berbasis pada jalur eksisting Trans Metro Bandung dengan beberapa tambahan rute baru.*