Dalam risetnya, kelompok mahasiswa IPB University menggunakan dua jenis bahan yaitu daun mengkudu dan daun lamtoro.
"Hasil uji kilinis dari dua bahan tersebut kami menemukan, daun mengkudu memiliki kandungan protein kasar yang cukup tinggi, dan daun lamtoro kaya akan protein, fosfor dan mineral, selain itu mengandung antioksidan," ungkap Khoirus.
Menurut Khoirus, Rabbel dapat menjadi peluang besar, sebab belum ada pelet kelinci yang kaya akan nutrisi dengan harga ekonomis seperti yang timnya temukan. Penggunaan limbah sayuran pun dinilai sebagai upaya menerapkan zero waste.
Baca Juga: Masa Berlibur Habis, Skuad Persib Bandung Kembali Mulai Berlatih
“Belum ada produk pelet kelinci dari olahan limbah sayur dan berbahan dasar alami, khususnya daun mengkudu dan daun lamtoro. Jadi, kami memutuskan untuk mengambil peluang tersebut dan membuat market baru,” imbuh Khoirus.
Keunggulan Produk Rabbel
Keunggulan produk Rabbel yang ditawarkannya beragam. Antara lain dapat meningkatkan palatabilitas (kesukaan hewan ternak terhadap pakan), tinggi protein dan fosfor, mampu meningkatkan bobot massa ternak, serta mengurangi kerontokan bulu.
“Inovasi ini merupakan usaha yang menguntungkan dari segi ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, upaya ini mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," ucapnya.
"Dengan Rabbel, kita ingin mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, dengan pakan berkualitas harga ekonomis untuk meningkatkan pendapatan peternak kelinci," tandasnya.***
Artikel Terkait
Dies Natalis : IPB University Berikan Penghargaan, Arif Satria : Prestasi Perkuat Reputasi IPB Dimata Dunia !
Maraknya Konten Judi Online, Menkominfo Beri Peringatan Keras untuk Meta
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 62 Dibuka, Inilah Cara Daftar Mandiri di www.prakerja.go.id
Pendaftaran Prakerja Gelombang 62 Dibuka, Dan Merupakan Gelombang Terakhir di Tahun Ini, Simak Syaratnya !
Kronologi Pasutri Hadang Truk DLH, Buntut dari Kekecewaannya Kalah dalam Pemilihan RT , Lalu Buat RT Tandingan