“Jadi ada 2 sumber gempa yang ada di wilayah Garut. Pertama di laut yang berasosiasi dengan zona subduksi atau zona penunjaman. Ke dua adalah patahan aktif yang terletak di darat yang disebut Sesar Garsela yang tersebar di sekitar Kecamatan Pasirwangi,” ucap Supartoyo.
Ia menerangkan, di wilayah selatan Garut terdapat zona subduksi dan zona penunjaman yang saat ini sedang cukup aktif, dibuktikan dengan adanya gempa dengan kekuatan 5,5 SR pada tanggal 12 November lalu.
Kemudian terulang kembali pada tanggal 3 Desember 2022 yang mengakibatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan.
Supartoyo mengatakan, pihaknya siap membantu Pemkab Garut dalam upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami.
“Untuk itu ada pelajaran penting terutama adanya potensi sumber gempa bumi megathrust dari penunjaman, dan ini kalau terjadi dengan kekuatan yang besar bisa menimbulkan tsunami, mumpung itu belum terjadi mari sama-sama kita tingkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.
Supartoyo mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan upaya mitigasi khususnya terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat meminimalisasi dampak pasca bencana.
“Untuk kejadian gempa bumi kemarin itu dari penunjaman dengan kedalaman dangkal, meskipun kekuatannya 6,4 namun dampaknya tidak begitu membahayakan, lain halnya apabila kekuatannya besar kedalaman dangkal. Obat mujarabnya saya kira hanya 3, mitigasi, tata ruang, penguatan regulasi-regulasi di daerah,” ujar Supartoyo. (Ale M. Rizki) ***
Artikel Terkait
Semeru Meletus Tadi Pagi, Bagaimana dengan Kondisi Gunung Api di Jawa Barat, Berapa Jumlah dan di Mana Saja?
Gempa Garut Tak Ada Korban Jiwa, Bupati: Hanya Bangunan Retak-retak
Kantor Pinjaman Ilegal Digerebek Polisi, Debt Collector dan Pimpinan Jadi Tersangka
Berikut Head to Head Jepang Vs Kroasia yang akan Bertemu di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 Nanti Malam
Pasal Menarik RKUHP yang akan Disyahkan Besok, Mengaku Dukun hingga Berhubungan Seks dengan Hewan Dipenjara
Camilan Enak Keripik Terung Krispi, Kriuknya Tahan Satu Bulan, Begini Cara Membuatnya
Heboh, Pelatih Panjat Tebing di Jakarta Timur, Dipukuli Atletnya