Jika Anda Merasa Lansia, Lakukan Jalan Kaki 3000 Langkah Setiap Hari, Ini Dampaknya

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Sabtu, 30 September 2023 | 06:25 WIB
Sebuah penelitian menyebutkan jika lansia berjalan sebanyak 3000 per hari akan berdampak baik kepada kesehatan (Pixabay)
Sebuah penelitian menyebutkan jika lansia berjalan sebanyak 3000 per hari akan berdampak baik kepada kesehatan (Pixabay)

VIEWJABAR - Tahukan jika anda melakukan jalan kaki dengan jarak tertentu  akan membauta badan terasa segar?  Penelitian yang menyebutkan  berjalan kaki 3.000 langkah per hari secara signifikan dapat mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi, terutama pada orang lanjut usia atau ansia.

Penelitian jika lansia berjalan kaki 3000 langkah per hari itu dipublish  dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease. Penelitian ini sangat relevan karena hipertensi merupakan silent killer. Tekanan darah tinggi membunuh jutaan orang dalam setahun.

Seperti dilansir dari laman Times of India dan PMJNews menyebutkan  studi ini menyoroti salah satu olahraga termudah dan terbukti memiliki dampak luar biasa pada kesehatan individu secara keseluruhan.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Tersangka! 5 Pelaku Pemalsuan KK Dalam Proses PPDB online SMP & SMA di Kota Bogor

Sejumlah penelitian telah meneliti dampak berjalan kaki setiap hari. Hal ini dilakukan guna  mengetahui apakah lansia penderita hipertensi dapat memperoleh manfaat dengan meningkatkan aktivitas jalan kaki setiap hari.

Penelitian  berfokus pada sekelompok orang lansia yang tidak banyak bergerak, yaitu  antara usia 68 dan 78 tahun, dan  berjalan rata-rata sekitar 4.000 langkah per hari sebelum dilakukan penelitian.

Setelah berkonsultasi dengan penelitian yang ada, 3.000 langkah merupakan tujuan yang masuk akal. Hal ini akan membuat sebagian besar peserta melakukan 7.000 langkah setiap hari, sejalan dengan rekomendasi American College of Sports Medicine.

Baca Juga: Pedagang Pasar Leuwiliang Nekat Jualan di Jalan, Ribuan Kios Hangus Terbakar, Mushola Utuh Tidak Terbakar !

Tim melakukan penelitian pada masa puncak pandemi Covid-19, yang berarti mereka harus melakukan segala sesuatunya dari jarak jauh.

Para peneliti mengirimkan sebuah peralatan yang berisi pedometer, monitor tekanan darah, dan buku harian langkah agar para partisipan dapat mencatat seberapa banyak mereka berjalan setiap hari.

Rata-rata, tekanan darah sistolik dan diastolik peserta menurun masing-masing  tujuh dan empat poin setelah intervensi.

Baca Juga: Pasar Leuwiliang Terbakar, Iwan Setiawan Instruksikan Perumda Pasar Tohaga Tangani Pedagang Pasar Terdampak

"Sangat menarik bahwa intervensi gaya hidup sederhana bisa sama efektifnya dengan olahraga terstruktur dan beberapa pengobatan," kata Elizabeth C. Lefferts, penulis utama studi tersebut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa 3.000 langkah yang dicapai para peserta dalam penelitian ini, setara dengan pengurangan yang terlihat pada obat anti-hipertensi. Delapan dari 21 peserta sudah menjalani pengobatan antihipertensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tunggal Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X