VIEWJABAR - Berolahraga merupakan kegiatan dengan tujuan meregangkan otot dalam tubuh agar terasa segar dan fres setiap harinya.
Hal lain dalam berolahraga adalah menetralisir otot otot yang beku agar kembali berfungsi normal sehingga stamina tubuh tetap terjaga.
Akan tetapi ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa berolahragai bisa menunjukkan dan dapat menenangkan serta menurunkan tingkat stres di otak.
Baca Juga: Enton; Jual Kantor Pikiran Rakyat di Asia Afrika Bandung, Eks Karyawan PRB Ontrog Kantor PR Hari Ini
Kondisi ini sangat baik bagi kesehatan jantung orang-orang dengan riwayat depresi. Dikutip laman laman United Press International, dan PMJNews, menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan tim dari Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) di Boston, Amerika Serikat menyebutkan aktivitas fisik akan efektif menurunkan resiko penyakit.
Dan hasil pada penelitian itu telah dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology.
"Aktivitas fisik kira-kira dua kali lebih efektif dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di antara mereka yang mengalami depresi," kata penulis utama studi yang merupakan ahli jantung dari Pusat Penelitian Pencitraan Kardiovaskular di MGH, Ahmed Tawakol.
Baca Juga: Jawa Barat Berada di Peringkat Atas Kasus DBD, Musim Penghujan Harus Diwaspadai, Ini Fakta
Tawakol dan tim melihat median data lebih dari 50 ribu orang yang terdaftar di database Mass General Brigham Biobank selama 10 tahun. Sebanyak 774 peserta menjalani pemindaian otak dan tes lain yang mengukur aktivitas otak yang terkait dengan stres.
Selama satu dekade masa tindak lanjut, hampir 13 persen peserta mengidap penyakit jantung. Akan tetapi peserta yang memenuhi rekomendasi standar untuk aktivitas fisik memiliki kemungkinan 23 persen lebih kecil untuk mendapat diagnosis itu.
Kelompok peserta ini memiliki aktivitas otak terkait stres yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang kurang berolahraga.
Secara khusus, orang yang lebih bugar cenderung memiliki lebih sedikit aktivitas terkait stres dalam pengambilan keputusan di otak, pusat kendali impuls, di korteks prefrontal.
Secara keseluruhan, menurunkan tingkat stres memiliki peran besar dalam meningkatkan kesehatan jantung.
Artikel Terkait
Ketahui Sajian Makanan Khas Lebaran Undang Penyakit Ini, Simak di Sini
Jelang H+7 Arus Balik Lebaran Masih Terjadi, Polri Himbau Periksa Kondisi Fisik dan Kendaraan, Tanjakan Gentong Berjibaku Macet
Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Kiriman Sampah Sedikitnya 1.611 Ton per Hari, Over Kapasitas Sebanyak 786, 44 Persen
Ini Langkah Mendetok Tubuh Usai Santap Sajian Lebaran Agar terhindar dari Penyakit, Simak di Sini
Ketahuilah Selain Wajib Bagi Umat Muslim, Melaksanakan Puasa Bulan Ramadan Bantu Detok Kesehatan Tubuh, Ini Fakta
Jawa Barat Berada di Peringkat Atas Kasus DBD, Musim Penghujan Harus Diwaspadai, Ini Fakta
Enton; Jual Kantor Pikiran Rakyat di Asia Afrika Bandung, Eks Karyawan PRB Ontrog Kantor PR Hari Ini