Imran Khan Lolos dari Ujicoba Pembunuhan Saat Kampanye Politik, Menlu AS Serukan INI

photo author
Budi SK, View Jabar
- Jumat, 4 November 2022 | 17:18 WIB
Imran Khan saat dievakuasi usai mendapat aksi penembakan (ANTARA/aww)
Imran Khan saat dievakuasi usai mendapat aksi penembakan (ANTARA/aww)

VIEWJABAR - Pasca aksi uji coba pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan situasi politik Pakistan terganggu.

Aksi pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan itu, mendapat sorotan dunia.

Itu terbukti dari seruan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken bahwa semua pihak bisa menahan diri pasca mantan Perdana Menteri Imran Khan ditembak.

Baca Juga: Inilah Bunyi Lengkap Surat Ancaman Bom dalam Konser NCT di ICE BSD Tangerang Selatan

" Semuanya diminta untuk tidak melakukan kekerasa serta intimidasi," kata Antony Blinken seperti yang dikutip dari AFP, Jumat 4 November 2022.

Disebutkan kekerasan tidak memiliki tempat dalam politik dan kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri dari kekeasan, pelecehan dan intimidasi.

Blinken menegaskan , AS mendukung rakyat Pakistan. AS, lanjutnya, berkomitmen demokratis dan perdamaian.

Baca Juga: Video Wanita Kebaya Merah Dicari, Ini Linknya

"Amerika Serikat sangat berkomitmen untuk Pakistan yang demokratis dan damai, kami mendukung rakyat Pakistan," ucap Blinken.

Seperti dikutip dari AFP pada Kamia 3 November 2022, Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terluka usai ditembak oleh orang tak dikenal.

Dalam insiden uji ciba pembunuhan itu seorang warga dikabarkan tewas dan 6 warga lainnya terluka.

Baca Juga: Inilah Daftar Pahlawan Nasional yang Berasal dari Jawa Barat

Pasca percobaan penembakan itu Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam kondiai stabil.

Imran Khan kena tembak di bagian kaki saat melakukan rapat umum politik. Sementara Ajudan senior Raoof Hasan menyebut penembakan itu merupakan upaya pembunuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: AFP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X