Konflik Rusia Ukraina, 7,9 Juta Warga Ukraina Ngungsi ke Negara Eropa

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Kamis, 19 Januari 2023 | 18:05 WIB
Akibat konflik Rusia Ukraina, UNHCR mencatat ada 7,9 juta warga Ukraina mengungsi ke negara negara Eropa. Foto/ Instagram/.
Akibat konflik Rusia Ukraina, UNHCR mencatat ada 7,9 juta warga Ukraina mengungsi ke negara negara Eropa. Foto/ Instagram/.

VIEWJABAR - Konflik Rusia Ukraina terjadi sejak Februari 2022 lalu dan hingga kini masih terus terjadi.

Belum ada tanda tanda konflik Rusia Ukraina akan berakhir meskipun upaya dari berbagai pihak dilakukan untuk melerai konflik.

Konflik Rusia Ukraina yang hampir satu tahun itu mengakibatkan 7,9 juta warga Ukraina mengungsi ke negara negara Eropa.

Baca Juga: Bupati Garut Ingatkan Para Kepala Sekolah Tidak Membebani Masyarakat

Badan PBB untuk pengungsi (UNHCR) mencatat setidaknya ada 7,977.980 warga Ukraina mengungsi ke negara negara Eropa.

Hal itu terjadi sejak Rusia melakukan operasi khusus militer pada 24 Februari 2022 lalu yang disebut dengan konflik Rusia Ukraina.

Berdasarkan informasi yang diterima UNHCR, warga Ukraina yang mengungsi ke negara Eropa bertambah 10.571 orang sepekan terakhir ini.

Baca Juga: Julian Sands Aktor Kelahiran Inggris Hilang Saat Mendaki Gunung San Gabriel California Amerika Serikat

UNHCR juga menyebutkan selama periode 24 Februari 2022 sampai 17 Januari 2023, jumlah pengungsi Ukraina yang berupaya mencari perlindungan Rusia terbanyak yaitu 2.852.395 orang.

Kemudian Polandia menerima 1.563.386 orang pengungsi dari Ukraina selama konflik Rusia Ukraina terjadi.

Selain Polandia, Jerman juga menerima kedatangan pengungsi dari Ukraina sebanyak 1.021.667 orang pengungsi.

Baca Juga: Tanah Arab Menghijau, Tanda Kiamat? Kata Syeh Imran Hosein Satu Tanda Kiamat Ini Sudah Terjadi

Pengungsi Ukraina juga datang ke Republik Ceko dengan jumlah 482.049 orang dan Spanyol sebanyak 161.012 orang.

Sedangkan Inggris Raya kedatangan 155.500 pengungsi dari Ukraina dan Bulgaria kedatangan sebanyak 150.404 orang pengungsi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X