VIEWJABAR.COM-- Sejumlah massa dari LSM Lidik Sumedang mendatangi SMAN 1 Tanjungsari dalam rangka mempertanyakan temuan permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang pada Rabu, 3 Juli 2024.
Sempat terjadi ketegangan perihal kedatangan massa dari LSM Lidik Sumedang. Pasalnya, jauh hari sebelum mendatangi SMAN 1 Tanjungsari, pihak LSM Lidik telah melayangkan surat permohonan audensi dengan pihak sekolah itu.
"Hari ini memang sudah dijadwalkan untuk audensi dengan pihak SMAN 1 Tanjungsari. Dan kami telah mempersiapkan data-data dugaan penyalahgunaan atas kegiatan PPDB 2024 di Kecamatan Tanjungsari," ujar Ketua LSM Lidik Sumedang, Oesep Sarwat.
Ia juga mengatakan, jika sebelumnya pihak Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungsari menyarankan hanya 2-3 orang saja. Namun karena pihak LSM Lidik menginginkan keterbukaan, maka hanya membawa sekira 40 orang.
Baca Juga: LSM Dorong Kejari Garut Segera Tuntaskan Kasus BOP DPRD
"Maksudnya supaya terbuka, informasinya utuh bahwa berdasarkan temuan kami, adanya dugaan kecurangan dari proses PPDB 2024 ini di SMAN 1 Tanjungsari," jelasnya.
Selang beberapa waktu akhirnya pihak sekolah mempersilahkan rombongan LSM Lidik Sumedang untuk memasuki ruangan yang sudah dipersiapkan.
Acara audensi berlangsung panas, kendati demikian masih dalam kondisi tertib dan aman.
Mengawali acara audensi itu, Ketua LSM Lidik menyampaikan beberapa permasalah dan temuan yang diperolehnya selama proses PPDB 2024 khususnya di Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Baca Juga: Jamaah Asal Sumedang Gelombang Pertama Tiba, Satu Orang Masih Tertahan di Arab Saudi
"Sejumlah 216 data PPDB di Kecamatan Tanjungsari diduga ada indikasi kecurangan dan pemalsuan data," ungkap Oesep Sarwat.
Dikatakan Oesep, pihaknya hanya mempertanyakan beberapa hal tentang mekanisme dan sistem yang digunakan oleh SMAN 1 Tanjungsari dalam proses PPDB itu.
Dari pertemuan itu, Kepala Sekolah didampingi oleh beberapa perwakilan dari Panitia PPDB di SMAN 1 Tanjungsari memaparkan proses dan hasil dalam kategori zonasi tersebut.
"Jadi memang semuanya ini by sistem, pihak kami tak bisa berbuat banyak perihal itu. Adapun dari data yang diberikan dari pihak LSM perlu kami pelajari dulu," kata Kepala Sekolah SMAN 1, Chaeruddin Saleh.
Artikel Terkait
Website PPDB Lancar, Bey Minta Tidak Ada Titip-titipan Orang Dalam
PPDB di Sumedang untuk Lingkungan Kemenag Berbeda Dengan Umum, Ini Penjelasannya