"Jadi yang bisa diambil 25%, 12,5% dari asnaf fakir dan 25% dari asnaf miskin," ujarnya.
Baca Juga: Aktif Dukung Pengelolaan Zakat di Daerah, Bupati Bandung Raih Anugerah BAZNAS Jabar Award 2024
Berdasarkan penghimpunan perbulan kemarin, lanjut Ayi, hampir dapat di bulan kemudian sekira Rp. 600 juta, berarti untuk targetnya untuk jatah kartu tersebut yang bisa kami sampaikan adalah Rp. 150 juta untuk bulan sekarang, plus atau ditambah dari himbauan gerakan sedekah Rp. 2 000, sedekah infak terikat Rp.2 000 untuk program pengentasan kemiskinan dari ASN dan juga sudah terkumpul hampir Rp. 20 jutaan.
"Sekarang ini kita mengalokasikan kurang lebih 25% dari Rp. 300 juta, Rp. 150 juta plus Rp. 20 juta kurang lebih Rp. 170 sampai Rp. 180 jutaan," ungkapnya.
Selain itu, tambah dia, Baznas terus mengambil dari Asnaf yang lain, seperti dari yang Ghorimin, hamba sahaya atau budak kuliah, jadi yang tidak ada.
"Untuk bulan sekarang kita mengalokasikan kurang lebih Rp. 200 juta untuk menjaga bahwa penyaluran kita secara syar'i bisa terjaga, jadi tidak tidak ugal-ugalan lah kita tetap berdasarkan penghimpunan yang kita dapat di Baznas Kabupaten Sumedang,"terangnya.
Baca Juga: Resmikan Sumur Satelit dari Baznas, Upaya Pemkab Bekasi Cukupi Kebutuhan Air Bersih Warga
Ia memperkirakan, dari persentase tersebut, berapa yang memang bisa dipakai untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem dan tentunya semakin banyak dana yang bertumpuk semakin besar pula jatah atau kuota yang bisa disampaikan.
"Alhamdulillah kita sudah kisaran 2000 jiwa, itu yang pasti di bulan sekarang, kita akan terpenuhi mudah-mudahan bulan depan bisa meningkat," ujarnya.
Ketua Baznas itu juga mengatakan, pasca launching kemarin. Pj Bupati Sumedang juga sambil silaturahmi ke kecamatan melakukan penyerahan dan Baznas langsung ikuti.
"Karena kita sudah punya gambaran kira-kira yang mau kecamatan ini berapa," ungkapnya.
Baca Juga: Ini Dilakukan Guru Honorer Diangkat Menjadi PPPK, Baznas Garut Targetkan Penerimaan Zakat
Dikatakan Ayi, pada hari ini para UPZ Kecamatan dan bidang Kesra di sektor Kecamatan dikumpulkan, supaya lebih cepat bergerak, lebih optimal bergerak, tapi efisien bergerak, sehingga program ini tidak hanya bisa lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***
Artikel Terkait
Ini Dilakukan Guru Honorer Diangkat Menjadi PPPK, Baznas Garut Targetkan Penerimaan Zakat
Aktif Dukung Pengelolaan Zakat di Daerah, Bupati Bandung Raih Anugerah BAZNAS Jabar Award 2024