Pemkot Bandung Dorong Pembangunan Infrastruktur Transportasi yang Terintegrasi

photo author
Edi Kusman, View Jabar
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 16:22 WIB
PJ. Wali Kota Bandung A. Koswara Saat Lakukan Peninjauan di Wilayah Gedebage Terkait Rencana Pembangunan Infrastruktur Transportasi yang Terintegrasi
PJ. Wali Kota Bandung A. Koswara Saat Lakukan Peninjauan di Wilayah Gedebage Terkait Rencana Pembangunan Infrastruktur Transportasi yang Terintegrasi

VIEWJABAR.COM - Infrastruktur transportasi yang terintegrasi di Bandung Timur menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Pasalnya, pengembangan sarana transportasi tersebut dinilai akan mempercepat target pemerintah dalam mewujudkan pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD) dan memperkuat aksesibilitas transportasi publik. 

Dalam mendorong percepatan program pengembangan infrastruktur itu, Pemerintah Kota Bandung, bersama perwakilan dari Unitsky dan ST Engineering, meninjau sejumlah lokasi strategis seperti Gedebage, Rancanumpang, dan Tegalluar. 

"Langkah ini untuk mengidentifikasi potensi pengembangan Wilayah Gedebage yang diproyeksikan menjadi pusat transportasi utama 

yang menghubungkan berbagai moda transportasi, mulai dari LRT, kereta gantung, hingga sistem bus rapid transit (BRT)," kata Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, Jumat 18 Oktober 2024. 

Baca Juga: 700 Peserta Meriahkan Pasanggiri Pencak Silat Sinar Pusaka Putra di Garut

Selain itu kata dia, Pemkot Bandung berencana menjadikan Gedebage sebagai titik awal feeder menuju Tegalluar, yang saat ini menjadi stasiun utama KCIC. Feeder ini akan memudahkan perjalanan dari pusat kota Bandung ke Tegalluar, sehingga meminimalisir kemacetan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Ia menyebut, Rancanumpang akan menjadi kawasan TOD yang menghubungkan wilayah kota dengan stasiun KCIC di Tegalluar. Sehingga TOD Gedebage diharapkan menjadi pusat kegiatan komersial dan fasilitas umum, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Bandung Timur.

Disamping itu Pemkot Bandung juga merencanakan pembangunan jembatan untuk menghubungkan Rancanumpang dan Tegalluar, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat. 

Baca Juga: Tak Diduga, Inovator Mesin Huller dari Garut Ahmad Nasir Jadi Finalis ASN Berprestasi Jabar, Ini Perjalanan Panjang Sang Penyuluh Pertanian

"Kita harus memastikan bahwa akses menuju stasiun-stasiun transportasi ini mudah dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya feeder, pengguna kereta cepat akan semakin banyak, sehingga target penumpang KCIC dapat tercapai," ungkap Koswara.

Rencana ini juga melibatkan pembangunan fasilitas parkir dan konektivitas jalan yang lebih baik di kawasan Summarecon dan Rancanumpang. 

Kawasan ini diproyeksikan menjadi hub transportasi yang modern, dengan konsep park and ride yang memungkinkan pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Garut Mendapat Penghargaan Bea Cukai. Ini yang Dikerjakannya

"Kami mempertimbangkan untuk menggunakan fasilitas parkir di Summarecon yang terintegrasi dengan jalur-jalur utama menuju Rancanumpang dan Tegalluar. Ini akan menciptakan akses yang lebih lancar bagi masyarakat," ujarnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aam Permana S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X