Dikky Ahmad Sidik Pimpin Upacara Hari Pahlawan di Soreang, Jangan Pernah Lelah Meneladani Nilai Kepahlawanan

photo author
Daffi Darmawan, View Jabar
- Minggu, 10 November 2024 | 21:07 WIB
Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 di Kabupaten Bandung dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Sadu Soreang, Minggu 10 November 2024. (Foto : Ist)
Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 di Kabupaten Bandung dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Sadu Soreang, Minggu 10 November 2024. (Foto : Ist)

VIEWJABAR.COM—Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Bandung diperingati di Tama Makan Pahlawan Sadu Kecamatan Soreang, Minggu 10 November 2024. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bandung Dikky Achmad Sidik tampil sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejuang veteran, tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kepemudaan dan ormas di Kabupaten Bandung.

“Kita patut bersyukur karena di Bumi Nusantara ini banyak dilahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani dengan segala pengorbanannya berhasil membentuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Mereka adalah para patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia merdeka, dan kini mewariskannya kepada kita semua untuk diteruskan demi mencapai cita-cita Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” tutur Dikky yang membacakan sambutan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

Tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2024 adalah “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”. Tema ini menurut Dikky mengandung makna yang dalam. “Teladani Pahlawanmu”, berarti bahwa semua olah pikir dan perbuatan masyarakat saatini harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Sedangkan “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apa pun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Antisipasi Bencana, Pemkab Bandung Susun Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana

“Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Dikky.

Proses perjuangan membangun bangsa, menurut Dikky, senantiasa berbeda bentuk dan formatnya dari waktu ke waktu, hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. “Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya,” ujarnya.

Dulu, lanjut Dikky, implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan kolonialisme. Sedangkan saat ini, wujud kepahlawanan adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia.

Baca Juga: Ditemukan 100 Surat Suara Rusak KPU : Kita Minta Percetakan Ganti Baru

Semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di mana pun berada.

“Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial,” katanya.

Pahlawan masa kini

Pahlawan bukan hanya milik masa lalu. Tugas para pahlawan terdahulu telah selesai dan berhasil mewujudkan NKRI. Saat ini diharapakan muncul sosok pahlawan yang memberikan pencerahan, memberikan harapan dan melakukan tindakan terhormat membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjadi di Kabupaten Bandung, Garut dan Sukabumi

“Itu semua dapat dilakukan oleh siapa pun. Oleh karenanya kita berharap peringatan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun tidak sekedar ulang tahun mengulang-ulang apa yang rutin kita lakukan. Kita berharap pada setiap momen peringatan Hari Pahlawan muncul semangat baru, muncul sosok warga negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya saat ini,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X