75 Perguruan Tinggi Teken Komitmen Partisipasi Pengelolaan Sampah Mandiri dengan Pemkot Bandung, Ini Tujuannya

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Sabtu, 16 November 2024 | 16:36 WIB
Acara penandatanganan komitmen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kota Bandung dalam partisipasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kampus sebagai sumbernya, di Pendopo Kota Bandung. (Diskominfo Kota Bandung)
Acara penandatanganan komitmen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kota Bandung dalam partisipasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kampus sebagai sumbernya, di Pendopo Kota Bandung. (Diskominfo Kota Bandung)

VIEWJABAR.COM - Sebanyak 75 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kota Bandung menandatangani komitmen partisipasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kampus sebagai sumbernya, di Pendopo Kota Bandung.

Selain komitmen pengelolaan sampah di sumber, Pemkot Bandung dan Perguruan Tinggi juga menandatangani komitmen penghijauan lahan kritis di Kota Bandung.

Perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Seni Budaya Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Islam Bandung, Universitas Katolik Parahyangan dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga: Dalami Nilai Nilai Pancasila, Pansus ll DPRD Kota Bandung Sambangi MPR RI dan Kementerian Pertahanan

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menekankan pentingnya konsistensi pola pengelolaan sampah untuk menghindari potensi darurat sampah di Kota Bandung.

Menurutnya, program Kang Pisman yang dimiliki Kota Bandung sudah baik secara konsep, namun perlu eksekusi dan konsistensi dalam menjalankannya.

"Pola pengelolaan sampah kita masih mengandalkan TPA. Idealnya, yang harus kita perbaiki ialah komitmen pengolahan di sumbernya," ujar Koswara.

Baca Juga: Pemkab Bandung Raih Anugerah dari Ombudsman RI Atas Penyelenggaran Pelayanan Publik Terbaik

Ia mengingatkan, jika paradigma penggunaan TPA masih menjadi konsep pengelolaan sampah, maka potensi darurat sampah mungkin bisa terjadi lagi di kemudian hari.

Oleh karenanya, Pemkot Bandung mendorong semua pihak berpartisipasi dalam melakukan perubahan dengan memilah sampah sejak di sumbernya.

"Paling tidak, minimal, dipilah dulu sejak di sumbernya. Ini langkah sederhana. Tidak mudah, namun komitmen ini harus dibangun," tutur Koswara.

Hadirnya unsur perguruan tinggi, kata Koswara, diharapkan mampu menjadi mitra Pemkot Bandung. Baik itu dalam konteks penerapan program Kang Pisman di lingkungan kampus, maupun sebagai mitra edukasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kampus tersebut.

Baca Juga: Resep Pecak Gurame Kekinian, Lezat dan Wajib Dicoba untuk Pecinta Ikan

"Persoalan sampah ini pengaruhnya ke banyak sektor. Bisa mempengaruhi ekonomi, wisata, kesehatan, dan banyak lagi. Dengan memulai pengelolaan sampah yang lebih baik, dan jika persoalan ini selesai, kami kami rasa ini akan sangat membantu sektor lainnya," pesan Koswara.

Sementara itu, Staff Ahli Wali Kota Bandung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Asep Cucu Cahyadi menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen antara Pemkot Bandung dengan beberapa Perguruan Tinggi untuk berkolaborasi dengan prinsip efisien dan efektif, serta saling menguntungkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X