Menurut Maman yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI itu, kehadiran seni qasidah Islam yang diusung LASQI NJ akan menjadi simpul peradaban Islam berbasis seni dan tradisi yang membumi, sekaligus memperkuat ketahanan budaya lokal.
“LASQI NJ bukan sekadar qasidah, tetapi menghidupkan ruh kebudayaan Islam dalam kehidupan masyarakat. Melalui qasidah, kita ingin menjadikan seni Islami sebagai bagian dari solusi sosial, pendidikan, dan bahkan pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Maman menegaskan bahwa musik atau kesenian lainnya adalah salah satu instrumen yang dapat dijadikan sebagai media dakwah Islam. Melalui metode tersebut, dakwah yang dilakukan diharapkan lebih efektif bagi pemeluk Islam.
Baca Juga: Film 'Norma Antara Mertua dan Menantu': Skandal Perselingkuhan dan Pengkhianatan Paling Menyakitkan
“Musik justru perlu kita manfaatkan sebagai media dakwah. Meski bukan satu-satunya sebagai media dakwah, namun musik menjadi pintu masuk pengenalan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, serta moderat,” kata Maman.
Dalam kesempatan pelantikan Pengurus DPD LASQI NJ Kota Bandung yang kini dipimpin oleh Aa Abdul Rojak, mengemuka komitmen untuk memasyarakatkan qasidah, terutama di kalangan generasi muda kota Bandung.
“Kepengurusan kami akan mendorong lahirnya seniman - seniman Islam yang tak hanya berbakat, tetapi juga berjiwa dakwah. Salah satu ujian terdekat bagaimana memenangkan juara dalam eksibisi festival qasidah rebana klasik cabang MTQ 2025 tingkat Jawa Barat dalam waktu dekat ini yang digelar di Kabupaten Bandung,,” tegas Abdul Rojak.
Baca Juga: Polantas Terciduk Provost Polres Sumedang Dalam Patsus Saat Pungli di Cadas Pangeran
Acara pelantikan DPD LASQI NJ Kota Bandung ini ditutup dengan sambutan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Dalam keterangannya dia menyebut komitmen bersama menjadi modal untuk mendorong sinergi LASQI dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah kota Bandung, ujarnya.
Farhan dalam sambutannya juga menyebut melalui musik-musik Islami banyak artis yang lahir serta meraih sukses dan bisa diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu, kata Farhan, LASQI NJ tidak hanya mengenalkan seni musik yang bernuansa religius saja, namun para pelaku seni Islam juga perlu lebih adaptif terhadap perkembangan selera musik kekinian.
Artikel Terkait
Komisi III DPRD Kota Bandung Soroti Minimnya Anggaran dan Masalah Infrastruktur