VIEWJABAR.COM - Sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) didorong agar bisa melantai atau masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham pada tahun ini.
Hal itu seperti disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Forum Pasar Modal yang diadakan oleh Kemenkop UKM dan BEI di Surabaya baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, MenkopUKM menargetkan 10 UKM bisa melantai di BEI melalui IPO dengan tujuan agar pelaku UKM bisa naik kelas dengan memperoleh pendanaan melalui pasar modal.
Baca Juga: Resep Makanan Berkuah Favorit Keluarga, Ayam Pangsit Kuah, Cocok Disantap Saat Udara Dingin
Meski tidak disebutkan secara rinci 10 UKM yang dimaksud, Teten memberikan alasan mengapa UKM perlu masuk ke bursa. "Kami bersama Bursa Efek Indonesia berupaya agar UKM lompat usahanya. Tidak terus-menerus kecil dan menengah," katanya seperti dilansir Antara dari laman resmi KemenkopUKM.
Dia menjelaskan bahwa Kemenkop UKM bersama BEI berkomitmen untuk menggencarkan langkah sosialisasi untuk mendorong pelaku UKM melantai di bursa.
Untuk itu, meurut Teten, pihaknya saat ini sedang mencoba menawarkan berbagai solusi bagi pelaku UKM untuk melaksanakan IPO, salah satunya dengan membentuk holding usaha.
Baca Juga: Kanker Prostat Menyingkir Bila Pria Banyak Konsumsi Sayuran Ini, Dijamin!
"Jadi usaha sejenis digabungkan supaya IPO sehingga ada akselerasi. Supaya cepat jangan sendiri-sendiri. Ini juga salah satu alternatif selain menggandeng investor," ujarnya.
Teten menilai IPO sangat penting dilakukan agar pelaku UKM dapat mengembangkan kapasitas usahanya menjadi usaha besar.
Papan Akselerasi
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebutkan hingga saat ini sudah ada 44 perusahaan aset skala kecil dan menengah yang melantai di bursa melalui papan akselerasi.
Ia menjelaskan, sejak 2019 BEI sudah membuat suatu papan perdagangan khusus bagi perusahaan aset kecil dan menengah bernama Papan Akselerasi.
Artikel Terkait
Satgas Pasti OJK Berantas 896 Pinjol Ilegal dan 19 Investasi Ilegal, Tindak Lanjut Dari 7.560 Pengaduan
Tren Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Sejumlah Investasi Berikut Ini Bisa Menjadi Pilihan
Rupiah Masih Melemah Terhadap Dolar AS, Ini Salah Salah Satu Penyebabnya, Namun Sisi Lain Menkeu Tetap Optimis
Rupiah Diprediksi Pada Kisaran Rp16.075 Hingga Rp16.175 Per Dolar AS Hari Ini Jumat 12 Juli 2024, Simak Penyebabnya