Benarkah Kurang Aktivitas Saat Remaja Pengaruhi Kesehatan di Masa Tua, Ini Faktanya

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Senin, 22 April 2024 | 08:05 WIB
Ilustrasi, sebuah penelitian menyebutkan beraktivitas saat remaja pengaruhi kesehatan di masa tua (Pixabay)
Ilustrasi, sebuah penelitian menyebutkan beraktivitas saat remaja pengaruhi kesehatan di masa tua (Pixabay)

VIEWJABAR - Sebuah penelitian kesehatan  yang dilakukan Asics terhadap lebih dari 26 ribu orang menemukan bahwa hubungan langsung antara aktivitas fisik ketika remaja dengan peningkatan kesehatan mental di masa dewasa.

Penelitian kesehatan itu dilakukan  periode November-Desember 2023 yang dipimpin oleh Profesor Brendon Stubbs dari King's College London, Inggris.

Penelitian itu telah mengidentifikasi usia 15-17 tahun sebagai masa paling kritis untuk tetap aktif di masanya, demi menjaga kesehatan tubuh di masa yang akan datang.

Baca Juga: Ketahui Bagi Penikmat Jus, Ini Dampak Dirasakan Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Disebutkan, efek kurang olahraga di masa remaja  terungkap bisa berdampak pada kesehatan, seperti   kurang fokus (11 persen), kurang percaya diri (10 persen), kurang tenang (10 persen), dan kurang tertata (10 persen) saat dewasa.

Hal itu jika dibandingkan dengan orang yang rutin dan aktif berolahraga ketika di masa remaja sering berolahraga.

"Ini membuktikan bahwa menjadi aktif secara fisik di masa remaja secara langsung berdampak pada pikiran Anda di kemudian hari," kata Stubbs dikutip dari laman Women's Health serta PMJNews.

Baca Juga: Terasa Istimewa dan Spesial Halal Bi Halal IKABA Kln, Guru Dekade 1975-1990 Saksikan Game

Hasil penelitian tersebut merupakan  bagian dari studi State of Mind global kedua yang dilakukan Asics, berdasarkan skor 'State of Mind' di 22 negara.

Skor dihitung dengan 10 sifat kognitif dan emosional, termasuk positif, puas, dan fokus. Sementara definisi olahraga teratur adalah lebih dari 150 menit sepekan.

Stubbs memaparkan bahwa manfaat olahraga akan semakin besar jika seseorang menggantikan kebiasaan lain yang tidak sehat.

Baca Juga: Ketahui Ada Apa Hari Ini, Lirik Lagu Ibu Kita Kartini Disoal, Simak Penjelasannya di Sini

Misalnya, jika remaja menggantikan satu jam waktu menatap layar dengan menjadi lebih aktif, maka dapat mengurangi kasus depresi sekitar 10 persen.

Selain mendukung kondisi kesehatan mental, penulis penelitian menyatakan bahwa olahraga dapat merangsang area pemrosesan emosi utama di otak. Hal ini akan dapat mengurangi peradangan, dan dengan demikian meningkatkan kesehatan usus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tunggal Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X