Subsidi LPG 3 KG Belum Tepat Sasaran, Ini Kata Ketua Komisi VII DPR RI

photo author
Aam Permana S, View Jabar
- Rabu, 25 September 2024 | 10:52 WIB
LPG 3 kg belum tepat sasaran (putatgede.kendalkab.go.id)
LPG 3 kg belum tepat sasaran (putatgede.kendalkab.go.id)

VIEWJABAR.COM - Pemerintah memberikan subsidi pada harga jual Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Namun, subsidi ini belum tepat sasaran karena masih banyak digunakan oleh restoran, kafe, hotel, dan masyarakat mampu.

“Padahal, LPG 3 Kg bersubsidi seharusnya untuk warga tidak mampu,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, dalam program Energy Corner, Rabu 25 September 2024 di Jakarta.

Menurutnya, harga LPG 3 Kg bersubsidi di pasaran tidak sesuai dengan harga keekonomiannya.

Baca Juga: Diduga Merusak Monuman MADFAI dan Menendang Parukuyan, Oknum Karyawan PT GRPP Dilaporkan Raja Lembaga Adat ke Polres Subang

Di wilayah Jabodetabek misalnya, harga LPG 3 kg sekitar Rp 20 ribu per tabung, sementara nilai subsidinya mencapai Rp 33 ribu per tabung. Tanpa subsidi, harga LPG 3 kg bisa mencapai Rp 53 ribu per tabung.

“Disparitas harga antara LPG 3 kg bersubsidi dan non-subsidi sangat besar. Dalam satu tabung LPG 3 kg terdapat subsidi pemerintah sebesar Rp 33 ribu,” ujarnya.

Eddy menilai penggunaan LPG 3 kg saat ini masih tidak tepat sasaran. Banyak restoran, kafe, hotel, dan artis yang terdeteksi menggunakan LPG 3 kg.

Baca Juga: Empat Paslon Pilkada Sumedang Berkomitmen Jaga Warisan Kondusivitas Kontestasi

“Jika penggunaan LPG 3 kilogram bisa ditata, pemerintah bisa menghemat lebih banyak. Penggunaan LPG subsidi yang tidak tepat sasaran oleh kafe, restoran, hotel, dan masyarakat mampu, bahkan artis, sudah banyak diberitakan di media sosial,” katanya.

Ia meminta pemerintah untuk menekan penggunaan LPG 3 Kg agar sesuai dengan yang berhak. Jika berhasil, penghematan anggaran subsidi LPG bisa mencapai Rp 30 triliun per tahun.

“Tahun ini, jumlah subsidi untuk LPG 3 kilogram mencapai Rp 93 triliun. Jika bisa ditata dan dikurangi 30%, pemerintah bisa menghemat hampir Rp 30 triliun,” tuturnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aam Permana S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X