Jabar Berkomitmen Turunkan Angka Prevalensi Stunting, Ini Penjelasan Sekda Herman Suryatman

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Senin, 25 November 2024 | 21:31 WIB
Sekda Jabar Herman Suryatman saat menghadiri Pertemuan Evaluasi Penanganan Stunting dan Aksi Stunting Award (ASA) di Kota Bandung, Senin (25/11/2024). (Diskominfo Jabar)
Sekda Jabar Herman Suryatman saat menghadiri Pertemuan Evaluasi Penanganan Stunting dan Aksi Stunting Award (ASA) di Kota Bandung, Senin (25/11/2024). (Diskominfo Jabar)

VIEWJABAR.COM - Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk menekan angka prevalensi stunting dari 21,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14-15 persen pada tahun 2024.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman seusai menghadiri Pertemuan Evaluasi Penanganan Stunting dan Aksi Stunting Award (ASA) di Kota Bandung, Senin 25 November 2024.

"Kami berharap hasil aksi konvergensi di lapangan yang dilakukan 27 kabupaten kota dapat menurunkan angka stunting secara signifikan hingga mencapai 14 atau 15 persen pada 2024," katanya.

Baca Juga: Tiga Hari Jelang Pencoblosan, Calon Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra Meninggal Dunia, Tatar Galuh Berduka

Ia menjelaskan, Pemprov Jabar dan Pemda Kabupaten Kota di Jabar sudah mengambil langkah konkret untuk menekan angka prevalensi stunting.

Salah satunya turut menyukseskan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan.

Selain itu, Herman juga menyoroti pentingnya eksekusi langsung di lapangan.

Ia memaparkan tiga langkah utama yang harus dilakukan kepada ibu hamil dalam penanganan stunting.

Baca Juga: Doa Lintas Agama Simbol Keberagaman Dalam Membingkai Persatuan Bangsa

Pertama, mengonsumsi tablet tambah darah tanpa kecuali. Kedua, melakukan pemeriksaan ke petugas kesehatan minimal enam kali selama kehamilan. Ketiga, memastikan konsumsi protein hewani, seperti telur, daging, ikan, dan susu.

Herman juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan. Kemuian dilanjutkan dengan pemberian protein hewani pada bayi usia 7-24 bulan.

"ASI tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mempererat kasih sayang antara ibu dan anak, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun,” tuturnya.

Baca Juga: Ingin Panjang Umur dan Sehat? Menurut Penemuan Baru, Harus Jalan Kaki selama 160 Menit Setiap Hari, Begini Penjelasan Ilmiahnya!

“Target kami pada 2025 adalah menurunkan angka stunting ke bawah 10 persen, bahkan mencapai satu digit. Ini hanya bisa dicapai dengan gotong royong lintas sektor, melalui pendekatan sabilulungan,” imbuhnya.

Menurut Herman, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas perangkat dinas dan sektor lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: Diskominfo Jabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X