VIEWJABAR.COM - Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam membentuk karakter bangsa di Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung yang judulnya akan dirubah menjadi "Pembudayaan Ideologi Pancasila dan Karakter Bangsa", salah satunya dilakukan melalui pendidikan dan budaya lokal.
"Rumusan kurikulum pendidikan yang diselaraskan dengan nilai-nilai Pancasila, sebagai ideologi bangsa dan dasar negara, diharapkan dapat mengembangkan karakter bangsa dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kota Bandung Aa Abdul Rozak, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 13 Februari 2025.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, kedepan pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah dilakukan melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan guna membentuk siswa yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat.
Baca Juga: Dalami Nilai Nilai Pancasila, Pansus ll DPRD Kota Bandung Sambangi MPR RI dan Kementerian Pertahanan
Salah satunya kurikulum pendidikan Pancasila dilakukan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang holistik dan terpadu. Siswa diajarkan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan non-akademik, serta menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui "kaulinan budak lembur".
Langkah tersebut kata Abdul Rozak, sebagai proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila dengan baik.
Disamping itu jelas Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Bandung ini, pendidikan Pancasila selain diajarkan di sekolah juga dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. Hal itu, karena lingkungan masyarakat dapat berperan dalam membentuk karakter bangsa melalui contoh yang baik dan pembinaan yang tepat.
"Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa sikap yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut bermakna penerapan nilai keadilan di lingkungan sekolah, misalnya, melibatkan siswa dalam menghargai teman dan menghormati guru,," ujarnya.
Artikel Terkait
Pansus DPRD Ingin JPO Bebas Reklame dan Asosiasi Pengusaha Reklame Dikeluarkan dari Perda Kota Bandung
Minta Pemkot Bandung Transparan Soal Pajak, DPRD Singgung Penurunan Setoran Pajak 2025