"Setiap mesin harus diuji. Jika tidak, bisa menghadapi masalah hukum. Ini langkah penting untuk memastikan mutu," tambahnya.
Tidak mudah
Perjuangan Ahmad tidaklah mudah. Dari lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah, ia berhasil mencapai tahap kedua yang diikuti oleh 100 peserta.
Dalam presentasi di hadapan juri dari universitas terkemuka, Ahmad berhasil meyakinkan mereka mengenai dampak positif inovasinya bagi kesejahteraan petani, sehingga ia melaju ke enam besar, meskipun harus mengeluarkan hampir 10 juta rupiah dari kantongnya untuk biaya mesin.
Baca Juga: PJ Bupati Garut Hadiri Fun Walk HUT ke-69 Polantas, Ucapannya Membuat Polisi Senang
Mesin Mini Huller Padi Portable berbahan bakar gas yang ia ciptakan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan mesin penggilingan berbahan solar. Mesin ini menggunakan gas yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, mengurangi biaya operasional hingga 50%.
Ahmad menjelaskan bahwa efisiensi mesin sangat tinggi. Dalam satu jam, mesin ini hanya memerlukan 0,84 Kg gas untuk menggiling 118 Kg beras. Satu tabung gas 3 Kg bisa digunakan untuk menggiling hingga 4 kuintal beras.
"Dari satu tabung gas yang harganya 22 ribu rupiah, biaya penggilingan hanya Rp 55 per kilogram," jelasnya.
Rendemen padi dari mesin ini mencapai 68%, lebih tinggi dari mesin konvensional yang berkisar antara 60-62%. Dengan kata lain, dari 100 kilogram gabah, petani bisa mendapatkan 65-68 kilogram beras, meningkatkan hasil produksi mereka.
Dengan harga yang terjangkau dan desain yang mudah dipindahkan (dimensi 60 cm x 110 cm x 120 cm), mesin ini juga tidak memakan banyak tempat dan tidak berisik, sehingga cocok digunakan di area pemukiman. Kualitas beras yang dihasilkan juga lebih baik, membuatnya lebih menguntungkan untuk dijual.
Dengan semangat inovasi dan dedikasi, Ahmad Nasir Ginanjar membuktikan bahwa seorang penyuluh pertanian bisa memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan membawa nama baik Kabupaten Garut di tingkat Jawa Barat.
Meskipun di enam besar ia akan bersaing dengan inovator lainnya, Ahmad berharap inovasinya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di daerahnya.***
Artikel Terkait
Legenda Curug Orok di Cikajang Kabupaten Garut, Pernah Ada yang Melihat Penampakan Sosok Putih, Isapan Jempol?
Truk Kontainer Mengawali Kedatangan Jamaah Haji Kloter 31 Garut, 438 Orang Pulang dengan Selamat!
Kementerian Desa PDTT Belum Lama Ini Menggelar Bimtek Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di Garut, Apa Itu?
Muprov Kadin Jabar Dilaksanakan di Garut, Siap-siap Memilih Ketua Umum
Di Pamengkang, Pj Bupati Garut Menerima Bantuan dari Yudia Ramli untuk Masyarakat Terdampak Gempa Bumi
Verifikasi dan Validasi Penyintas Gempa Magnitudo 4.9 Mulai Dilakukan Pemkab Garut
PJ Bupati Garut Hadiri Fun Walk HUT ke-69 Polantas, Ucapannya Membuat Polisi Senang
Ada West Java Tourisme Talks di Situ Bagendit, Garut, Penyelenggaranya Perwakilan Bank Indonesia
DWP Kabupaten Garut Adakan Penguatan UKM dengan Fasilitas NIB
Satpol PP Kabupaten Garut Mendapat Penghargaan Bea Cukai. Ini yang Dikerjakannya